Masih Banyak Anak yang Bermain Dibanding Belajar di Rumah

Jum'at, 20 Maret 2020 08:00 Eris Kuswara Parlemen

Masih Banyak Anak yang Bermain Dibanding Belajar di Rumah


Koropak.co.id - Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bersama Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja yang dilaksanakan di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (19/3/2020). Rapat Kerja tersebut menyikapi surat edaran Walikota Tasikmalaya yang meliburkan sekolah selama 14 hari dan menggantinya dengan kegiatan belajar mengajar di rumah.

Kepada Koropak, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi mengatakan, Rapat kerja ini dilaksanakan menyikapi masalah imbauan dari Walikota Tasikmalaya untuk para pelajar agar belajar di rumah. Dalam rapat ini, DPRD Kota Tasikmalaya mempertanyakan kesiapan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sebagai mitra kerja agar program belajar di rumah tersebut benar-benar terlaksana dengan baik.

"Masih banyak anak-anak ketika sekolah diliburkan, mereka malah bermain bahkan liburan ke tempat wisata. Kami juga turut membahas berbagai program terkait dengan penyebaran virus corona di Kota Tasikmalaya yang tentunya menjadi pusat perhatian dan konsentrasi kami," kata Gilman.

Ditambahkan Gilman, sejauh ini masih banyak anak-anak yang bermain bersama di luar meski sudah ada instruksi belajar di rumah. Oleh sebab itu, DPRD Kota Tasikmalaya meminta Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk mendatangi sekolah-sekolah dan memberikan pemahaman kepada para guru agar benar-benar bisa memantau anak didiknya.

"Anak-anak itu harus diberikan edukasi dan sosialisasi terkait dengan masalah virus corona. Sehingga nantinya mereka akan mengerti dan memahami bahwa sebenarnya virus corona itu membahayakan bahkan mematikan. Sebenarnya, kami juga melihat bahwa anak-anak cukup tertarik dengan informasi mengenai virus corona mulai dari apa itu virus corona hingga cara menghindarinya," ucapnya.

 

 

Koropak.co.id - Masih Banyak Anak yang Bermain Dibanding Belajar di Rumah (2)

 

Baca : Disuruh Belajar di Rumah, Pelajar di Kota Tasikmalaya Malah Berkeliaran

Baca : Disdik Kota Tasikmalaya Berikan Sanksi Untuk pelajar yang Terjaring Razia

 

Gilman menuturkan, informasi-informasi itulah yang tentunya perlu disampaikan kepada anak-anak agar mereka mengerti dan paham mengenai bagaimana langkah yang tepat dalam mencegah dan meminimalisir penyebaran virus corona.

Ditambahkan Gilman, menyoal sosial distancing, bukanlah berarti mengurung diri atau tidak berkomunikasi dengan yang lain, tetapi memiliki arti yaitu membatasi jarak. Sebab, virus corona tidak bisa menular melalui udara melainkan melalui kontak fisik seperti melalui mata, hidung dan mulut lawan bicara.

"Peran serta orangtua juga harus ditingkatkan dan disosialisasikan, bahkan kami telah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk membuat gugus tugas sampai ke tingkat kelurahan yang nantinya mereka bertugas untuk menyosialisasikan masalah bahaya dari virus corona kepada masyarakat agar mereka benar-benar paham apa itu virus corona," katanya.*

 

Baca : Di Kota Tasikmalaya, Orang Dalam Pemantauan Corona Capai 18 Orang

Baca : Sebanyak 15 Pasien Positif Corona Sembuh Dan Diperbolehkan Pulang