Pasien Meninggal Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Lebih Patuh Social Distancing

Selasa, 24 Maret 2020 10:57 Eris Kuswara Nasional

Pasien Meninggal Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Lebih Patuh Social Distancing


Koropak.co.id - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto untuk lebih mematuhi aturan social distancing seiring dengan terus bertambahnya jumlah pasien meninggal dunia akibat Corona di Indonesia.

"Menyikapi penambahan jumlah pasien yang terus bertambah per harinya, kami meminta masyarakat Indonesia agar tetap bisa tenang, namun perlu saya ingatkan agar masyarakat senantiasa menaati aturan social distancing guna meminimalisasi penyebaran," kata Yuri sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun Koropak, Selasa (24/3/2020).

Ditambahkan Yuri, terpenting, jaga jarak saat berkontak sosial, hindari kerumunan yang memungkinkan terjadinya penularan antara orang yang terjangkit dengan orang yang sehat.

"Social distancing tetap menjadi pilihan pertama upaya pencegahan penyebaran wabah Corona tersebut," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Pasien Meninggal Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Lebih Patuh Social Distancing (2)

 

Baca : Update! Jumlah Pasien Positif Corona Terus Alami Penambahan

 

Disebutkan Yuri, berdasarkan data akumulasi hingga Senin (23/3/2020) siang, jumlah pasien yang positif terjangkit virus Corona di Indonesia bertambah sebanyak 65 orang, sehingga jumlah total orang yang terinfeksi virus Corona menjadi 579 orang, sebanyak 49 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh.

"Kami juga perlu ingatkan masyarakat, meskipun seseorang yang sudah diperiksa dan hasil tesnya negatif, tetap tidak memberikan jaminan bahwa dia tidak sedang sakit," katanya.

Sebab, kata Yuri, bisa jadi gejala infeksi dari virus Corona ini belum muncul saat pemeriksaan dilakukan. Hal itu biasa terjadi pada seseorang yang terinfeksi kurang dari 6 hari.

"Bisa saja hasil pemeriksaannya negatif karena imunitasnya belum muncul. Oleh karena itu, pemeriksaan pada Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona akan diulang dua hingga tiga kali tes untuk mengetahui apakah dia benar-benar negatif atau justru positif," katanya.*

 

Baca pula : Presiden Jokowi Pesan Jutaan Obat Untuk Pasien Corona