Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Lockdown Tidak Manusiawi

Selasa, 24 Maret 2020 16:49 Clara Aditia Nasional

Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Lockdown Tidak Manusiawi

 

Koropak.co.id - Di balik pertumbuhan jumlah positif Corona di Indonesia yang terus bertambah setiap harinya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan telah disepakati bersama bahwa istilah Social Distancing telah diganti menjadi Physical Distancing.

Dalam informasi yang berhasil dihimpun Koropak, Selasa (24/3/2020), Mahfud menuturkan social distancing seakan menjauhkan seseorang dari kerukunan masyarakat.

"Oleh sebab itu, istilah physical distancing lebih dianjurkan WHO untuk menggunakan istilah jarak fisik antara individu dan individu lain," ucapnya.

Mahfud menuturkan, physical distancing bukanlah kebijakan baru. Sebagaimana diketahui, sejak wabah Corona ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi, seluruh negara terdampak menerapkan aturan ketat. Salah satunya yakni aturan soal social distancing atau usaha untuk menjaga jarak dari kerumunan.

Kendati demikian, dalam laman resminya, WHO memakai istilah physical distancing, yang artinya menjaga jarak fisik antar manusia, sehingga yang dihindari bukan kerumunan saja.

"Jadi hanya mengubah nama saja, dari social distancing ke physical distancing. Social distancing dipandang tak sesuai dengan budaya Indonesia," katanya.

 

Baca : Pasien Meninggal Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Lebih Patuh Social Distancing

 

Meskipun demikian, Mahfud MD menyadari selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengindahkan social distancing atau jaga jarak sosial. Sehingga banyak yang menyarankan untuk dilakukan lockdown seperti apa yang terjadi di Italia.

"Contohnya di Italia, meskipun lockdown, tetap saja banyak masyarakat tak disiplin sehingga jumlah korban berjatuhan tetap bertambah. Jadi, di samping kurang manusiawi, lockdown juga nampaknya kurang efektif," katanya.

Disebut tak manusiawi, kata Mahfud, karena setiap orang diminta untuk meningkatkan imunitas sendiri atau menyebabkan pertaruhan imunitas.

"Oleh sebab itu Indonesia lalu menggunakan social distancing dan kini diganti menjadi physical distancing," kata Mahfud.*

 

Baca pula : Update! Jumlah Pasien Positif Corona Terus Alami Penambahan