Data Terbaru Peta Penyebaran Virus Corona di Jawa Barat

Selasa, 24 Maret 2020 17:08 Eris Kuswara Provinsi

Data Terbaru Peta Penyebaran Virus Corona di Jawa Barat


Koropak.co.id - Untuk memantau dan memberikan informasi terkini tentang penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memfasilitasi masyarakatnya dengan menyediakan situs pikobar.jabarprov.go.id. Di situs tersebut, masyarakat bisa mengetahui informasi terbaru mengenai penyebaran virus corona di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pantauan Koropak, Selasa (24/3/2020), dalam Pikobar tersebut, menurut data yang di-update pada Senin (23/3/2020) pukul 15.30 WIB, tercatat total sebanyak 2.519 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 385 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 59 orang positif terjangkit virus corona.

Sementara itu, dari 2.519 ODP, sebanyak 1.115 orang dinyatakan selesai pemantauan dan 1.404 orang masih proses pemantauan. Kemudian, dari 385 PDP, sebanyak 93 orang selesai pengawasan dan 292 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan untuk kasus pasien yang sembuh di Jawa Barat mencapai 5 orang, dan pasien meninggal dunia mencapai 9 orang.

 

Baca : Pikobar Rilis Jumlah Pasien Meninggal Dunia Akibat Corona

Dalam peta penyebaran virus corona di Jawa Barat dalam situs tersebut juga terdapat 7 daerah zona merah atau zona kasus positif virus corona mencakup Kota Depok, Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, serta Kota dan Kabupaten Bandung.

Namun, situs Pikobar tidak menyertakan secara lengkap mengenai berapa jumlah kasus angka dari setiap Kabupaten atau Kota yang ada di Jawa Barat dan hanya memperlihat informasi secara titik dengan keterangan warna yang berbeda-beda dari setiap titiknya.

 

Baca : Pemprov Jabar Resmi Rilis Peta Digital Penyebaran Virus Corona

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan sebagai wujud keseriusan upaya mencegah penyebaran virus corona di Jawa Barat, Pemprov Jabar akan melaksanakan rapid test corona atau tes cepat virus corona kepada warga yang diprioritaskan dan akan dilaksanakan di beberapa daerah mulai Rabu (25/3/2020) mendatang.

"Rapid test ini akan mulai dilaksanakan dengan jumlah yang banyak tetapi terbatas. Artinya, tes masif akan dilaksanakan di daerah dengan penyebaran virus corona paling besar dan tidak ditujukan bagi seluruh warga Jawa Barat. Rapid test hanya untuk 3 kategori saja yaitu untuk masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi, masyarakat yang rawan tertular dan masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit Covid-19," katanya.*

 

Baca pula : Terungkap Kronologis PDP Corona di Tasikmalaya yang Meninggal Dunia




Berita Terkait