Terungkap Kronologis PDP Corona di Tasikmalaya yang Meninggal Dunia

Rabu, 25 Maret 2020 07:03 D. Farhan Kamil Daerah

Terungkap Kronologis PDP Corona di Tasikmalaya yang Meninggal Dunia

 

Koropak.co.id - Setelah sempat dirawat di salah satu klinik di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang mengalami keluhan demam tinggi, batuk dan sesak nafas, warga Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal, meninggal dunia di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (24/3/2020).

Sebelum meninggal, sepuluh hari yang lalu, pria warga Karangnunggal tersebut baru pulang dari Jakarta. Dan saat berada di Jakarta, dirinya pernah mengalami kontak langsung dengan kasus probable Covid-19, yakni membantu mengangkat pasien yang gejalanya sama seperti yang dialami oleh PDP tersebut.

"Senin (23/3/2020) ia sempat dirawat di Klinik Kecamatan Cipatujah dan oleh dokter klinik akan dirujuk dan sudah konsultasi dengan dokter ahli paru. Namun keluarga menolak dirujuk dengan alasan biaya. Pasien tersebut kemudian dibawa pulang oleh keluarganya," tutur juru bicara Tim Gugus Penanganan Covid-19, sekaligus Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, dr. Heru Suharto.

Setelah berada di rumah, pihak pemerindah desa yang mendengar keluhan pasien, langsung bergerak cepat dengan melaporkannya ke Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Puskesmas Karangnunggal dan langsung dibawa ke RSUD SMC dengan ambulan Sigesit 119.

"Meskipun PDP, kita belum bisa memastikan apakah itu Covid-19 atau tidak. Kita masih menunggu hasil labnya," ujar Heru.

 

 

Koropak,co.id - Terungkap Kronologis PDP Corona di Tasikmalaya yang Meninggal Dunia

 

Baca : Semua Waspada Awasi Jika Ada Warga Datang Dari Luar Kota

 

Sementara itu, atas kejadian tersebut Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Puskesmas Karangnunggal beserta unsur Muspika Karangnunggal langsung melakukan pendataan riwayat pasien tersebut, mendata keluarga dan warga sekitar pasien yang sudah kontak untuk diarahkan ke Puskesmas, agar diperiksa sebagai ODP (orang dalam pengawasan).

Kemudian, memberikan edukasi kepada keluarga dan warga sekitar, agar mengisolasi diri selama 14 hari dan mengimbauan kepada masyarakat, agar tidak panik dan tetap tenang dengan tidak berinteraksi dengan ODP selama dalam pemantauan. Jauhi kerumunan dan banyak berdiam di rumah.*

 

Baca pula : Meningkat, ODP di Kota Tasikmalaya Capai 94 orang