Soal PDP Corona Yang Meninggal, Pihak Rumah Sakit Menunggu Hasil Lab

Rabu, 25 Maret 2020 09:30 D. Farhan Kamil Daerah

Soal PDP Corona Yang Meninggal, Pihak Rumah Sakit Menunggu Hasil Lab

 

Koropak.co.id - Di tengah keterbatasan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) berstandar internasional, petugas ambulan RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya menggunakan jas hujan saat hendak mengantarkan jenasah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal, Selasa (24/3/2020).

Penggunaan jas hujan sebagai APD itupun menjadi perbincangan hangat di media sosial seperti facebook. Sebagian komentar menunjukan keprihatinan atas pemandangan yang seharusnya tidak terjadi. Namun sebagian komentar lainya menyebutkan jika jas hujan bisa bermanfaat dalam kondisi darurat sebagai sikap kehati-hatian.

Direktur RSUD SMC dr. Iman Firmansyah mengakui, pihaknya memiliki APD standar Internasional lengkap namun jumlahnya terbatas. Penggunaannya pun terbatas hanya dalam kasus yang benar-benar berisiko tinggi seperti di ruang isolasi.

Terkait penggunaan jas hujan saat petugas ambulan melakukan penanganan jenazah PDP, Iman menegaskan jika kondisi pasien sudah aman dan tidak berisiko menularkan virus berbahaya bagi petugas. Dan APD jas hujan itu dipakai bukan dalam ruang isolasi.

 

 Koropak.co.id - Soal PDP Corona Yang Meninggal, Pihak Rumah Sakit Menunggu Hasil Lab

 

 

Baca : Terungkap Kronologis PDP Corona di Tasikmalaya yang Meninggal Dunia

 

Sebelum masuk rumah sakit ini, si pasien ditangani khusus dengan pengamanan lengkap diawali penyemprotan cairan desinfektan. Saat meningal pun jenazahnya langsung ditangani khusus dengan penyemprotan desinfektan berlapis.

"Meskipun belum dapat dipastikan apakah positif Corona atau tidak, namun sesuai standar keamanan, setelah pasien (PDP) meninggal, jenazanya disemprot desinfektan, kemudian dimasukan plastik, disemprot lagi. Selanjutnya masuk kantong mayat dan disemprot lagi, lalu masuk peti mati dan disemprot lagi. Terakhir, peti mati dimasukan kantong plastik tebal dan disemprot lagi dengan cairan desinfektan," terang Iman.

Lebih lanjut Iman mengatakan, setelah meninggalnya seorang PDP ini, pihaknya belum dapat memastikan apakah pasien yang meninggal tersebut akibat Covid-19 atau tidak. Karena hasil pemeriksaan labolatorium belum diterima pihak rumah sakit.

"Kami masih menunggu hasil Lab-nya. Mudah-mudahan negatif," ujarnya.*

 

Baca : Data Terbaru Peta Penyebaran Virus Corona di Jawa Barat

Baca : Semua Waspada Awasi Jika Ada Warga Datang Dari Luar Kota


Berita Terkait