Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dukung UN 2020 Dibatalkan

Rabu, 25 Maret 2020 11:52 Erni Nur'aeni Daerah

Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dukung UN 2020 Dibatalkan


Koropak.co.id - Merebaknya virus corona turut berdampak pada bidang pendidikan seiring dibatalkannya Ujian Nasional (UN) 2020. Keputusan tersebut ditegaskan Presiden RI, Ir. Joko Widodo dengan menyatakan peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing untuk memotong rantai penyebaran Covid-19.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas dengan pembahasan Ujian Nasional melalui video conference pada Selasa (24/3/2020) kemarin.

Keputusan Jokowi membatalkan UN seiring dengan kecemasannya akan dampak penyebaran Corona meski sudah menginstruksikan para siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.

"Kita tahu Covid-19 sangat mengganggu pendidikan di Tanah Air dan kita juga telah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tapi situasi ini tetap membawa dampak pada UN di tahun 2020. Ada 8,3 juta siswa yang harusnya mengikuti UN dari 106.000 satuan pendidikan di Tanah Air," katanya.

Kebijakan tersebut dengan segera ditindaklanjuti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan menerbitkan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), UN dibatalkan sehingga UN tidak menjadi salah satu syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi

Termaktub dalam Surat Edaran tersebut, syarat penentu kelulusan siswa adalah Ujian Sekolah hanya saja tidak dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa dan menciptakan kerumunan.

 

Baca : Meningkat! ODP Corona di Kota Tasikmalaya Capai 94 Orang

 

Untuk Ujian Sekolah, pihak sekolah bisa membuat Ujian Sekolah dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, tes secara online, atau assessment jarak jauh lainnya. Selain melalui ujian sekolah, nilai rapor dapat menjadi penentu kelulusan siswa.

Dijumpai Koropak, Rabu (25/3/2020) Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi sangat mendukung apa yang telah diputuskan pemerintah untuk meniadakan UN diakibatkan penyebaran wabah virus Corona.

"Banyak alternatif lain untuk kelulusan. Dari rapor misalnya. Bagi jenjang SMK, kelulusan siswa dapat ditentukan berdasarkan nilai praktik kerja lapangan, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Sementara itu, bagi jenjang SD, SMP, dan SMA, kelulusan dapat ditentukan berdasarkan nilai dari lima semester terakhir yang diperoleh siswa," katanya.

 

Baca : Soal PDP Corona yang Meninggal, Pihak Rumah Sakit Menunggu Hasil Lab

 

Kelulusan SD sederajat, kata Budiaman, ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Sedangkan kelulusan SMP sederajat dan SMA sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.

"Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan," kata Budiaman.

Dikatakan Budiaman, keputusan meniadakan UN bukanlah hal yang mudah. Pemerintah tentunya telah mempertimbangkan berbagai hal. Termasuk alasan utama, yakni untuk tingkat risiko penyebaran virus corona.

"Kalau itu sudah keputusan dari pemerintah pusat, tentunynya kita sangat mendukung, terutama saat ini yang kita hadapi adalah kekhawatiran eskalasi penyebaran virus COVID-19 yang masih masif," ujarnya.*

 

Baca pula : Dampak Corona, Pedagang di Kota Tasikmalaya Keluhkan Hilangnya Omzet

 


Berita Terkait