Dinas Kesehatan Kesulitan Mendapatkan Alat Pelindung Diri

Kamis, 26 Maret 2020 19:33 Eris Kuswara Parlemen

Dinas Kesehatan Kesulitan Mendapatkan Alat Pelindung Diri


Koropak.co.id - Tercatat per hari ini, Kamis (26/3/2020) jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Tasikmalaya kembali mengalami penambahan menjadi 128 orang. Begitu juga dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini bertambah menjadi 11 orang dan 1 orang positif terjangkit virus corona, sehingga Kota Tasikmalaya dalam keadaan darurat virus corona.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih saat mengikuti Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, RSUD dr Soekardjo dan Rumah Sakit Swasta di Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (26/3/2020).

"Ketika Walikota Tasikmalaya menetapkan Kota Tasikmalaya dalam keadaan darurat virus corona dan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), kami merasa prihatin. Artinya virus corona ini sudah tergolong membahayakan, oleh karena itu perlu adanya kesadaran bagi masyarakat untuk tidak menganggap enteng wabah ini," kata Ningsih.

Ditambahkan Ningsih, saat ini Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya juga merasa kebingungan ketika Alat Pelindung Diri (APD) semakin susah untuk didapatkan. Meskipun saat ini pemerintah sudah menyediakan anggaran yang bisa digunakan untuk penanganan Covid-19, namun ketika barang yang butuhkan tidak ada, maka berakhir sia-sia.

"Selama ini, kami berupaya untuk mendapatkan APD dengan cara COD dari Pekanbaru, Palembang, dan Kota lainnya agar proses penanganan pasien pun dapat maksimal, serta para dokter dan perawat tidak ikut terpapar dikarenakan APD yang dipakainya lengkap, tidak seperti sekarang ini APD-nya seadanya," ucapnya.

Ningsih mengajak kepada seluruh elemen untuk saling bahu membahu menangani wabah virus corona di Kota Tasikmalaya. Karena, masalah ini bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit saja, melainkan sudah menjadi tugas bersama. Terlebih lagi untuk segi penanganannya yang menjadi tugas rumah sakit untuk bisa menyediakan ruang isolasi.

 

Baca : Pemkot Tasikmalaya Siapkan Anggaran Rp 18 Milyar Untuk Tangani Corona

 

Koropak.co.id - Dinas Kesehatan Kesulitan Mendapatkan Alat Pelindung Diri

 

Baca : Terbaru! 1 Orang Dinyatakan Positif, Kota Tasikmalaya Berstatus KLB

 

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tasikmalaya, dr. Polar Silumi, Sp.Og menuturkan, jumlah dokter di Tasikmalaya saat ini sekitar 400 dokter termasuk 90 dokter spesialis dan yang sudah pensiun.

"Terkait dengan adanya kebijakan Rapid Test, jika diadakan di Kota Tasikmalaya, kami meminta agar terlebih dahulu memprioritaskan tenaga medis yang setiap harinya berkontak langsung dengan pasien corona. Sebab tidak menutup kemungkinan jika imunitasnya lemah, tim medis bisa bisa terjangkit, apalagi APD yang dipakainya alakadarnya," tutur dr Polar.

Direktur RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr. H. Wasisto Hidayat mengatakan, RSUD dr Soekardjo meminta agar DPRD Kota Tasikmalaya dan pemerintah bisa untuk bisa memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, karena untuk saat ini fasilitas yang dimiliki RSUD dr Soekardjo untuk menangani kasus wabah virus corona masih sangat terbatas.

"Alhamdulillah Rumah Sakit Islam sudah menyiapkan 13 ruang isolasi agar bisa menampung para pasien. Namun kami masih sangat sulit sekali untuk mendapatkan masker N95 yang memang khusus digunakan tenaga medis yang kontak secara langsung menangani PDP. Ditambah lagi saat ini untuk tenaga medisnya bekerja secara bergantian, tentu diperlukan stok perlengkapan medis yang lebih banyak lagi," kata dr. Wasisto.*