Patroli Malam di Kota Tasikmalaya Bubarkan Kerumunan Warga

Sabtu, 28 Maret 2020 16:19 Erni Nur'aeni Daerah

Patroli Malam di Kota Tasikmalaya Bubarkan Kerumunan Warga


Koropak.co.id - Berdasarkan data terbaru, Sabtu (28/3/2020) satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tasikmalaya meninggal dunia. Sementara jumlah pasien positif di Kota Tasikmalaya meningkat menjadi 5 orang. Untuk jumlah PDP bertambah jadi 11 orang, dengan 6 orang tengah dalam proses pengawasan, dan 4 orang selesai pengawasan.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 251 orang dengan proses pemantauan 213, dan selesai pemantauan 38 orang. Atas kondisi tersebut, berbagai upaya untuk menekannya perlu ditingkatkan, termasuk oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, yang di dalamnya termasuk jajaran Brigif Raider 13/Galuh Tasikmalaya.

Sebelumnya, pada Jumat (27/3/2020) malam, Brigif Raider 13/Galuh melaksanakan patroli malam di beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya massa atau kerumunan orang.

Kepada Koropak, Kasbrigif Raider 13/Galuh Letkol Inf. Ryzadly Syahrazzy Themba, S.Sos mengatakan dengan adanya penyebaran wabah sampai ke Kota Tasikmalaya, perlu langkah nyata semua pihak termasuk masyarakat di dalamnya yang diharap bisa kooperatif dan mengikuti aturan-aturan yang telah diterapkan pemerintah, termasuk dilarang berkumpul dan menciptakan kerumunan massa.

"Oleh sebab itu, dalam patroli semalam, kita menutup tempat hiburan seperti karaoke keluarga, salon, tempat gym, sanggar senam dan kolam renang yang pastinya menjadi tempat berkumpul massa," ujarnya.

 

Lihat : Corona Bukan Untuk Ditakuti, Mari Bersama Lawan Corona!

 

Koropak.co.id - Patroli Malam di Kota Tasikmalaya Bubarkan Kerumunan Warga

 

Baca : Siaga Corona 24 Jam, Brigif Galuh Bangun Tenda di Puskesmas Tamansari

Baca : Brigif Raider 13/Galuh Berikan Penyuluhan Covid-19 Bagi Masyarakat

 

Untuk pengusaha rumah makan, ucap Ryzadly, boleh beroperasi namun hanya melayani pembeli yang dibungkus dan dibawa ke rumah, atau pesanan online untuk menghindari antrian menunggu pesanan yang berisiko memicu jadi sumber penyebaran virus corona.

"Dianjurkan juga rumah makan memberikan jarak antri antar perorangan. Mall atau toko juga boleh buka dengan syarat pelayannya menggunakan masker serta sarung tangan, antrian di kasir diatur jaraknya antar perorangan untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Langkah yang diambil, kata Ryzadly, merupakan hasil rapat yang diadakan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Pihaknya bekerja sesuai prosedur. Dalam setiap beroperasi, pihaknya bersama tim senantiasa memberikan informasi dan penyuluhan kepada warga agar lebih peduli corona.*

 

Baca : Satu Orang PDP Corona di Kota Tasikmalaya Meninggal Dunia

Baca : Gugus Tugas Covid-19 Akan Jaga Perbatasan Kota Tasikmalaya


Berita Terkait