Ribuan Santri Dari Dua Pesantren Besar di Tasikmalaya Dipulangkan

Minggu, 29 Maret 2020 16:34 D. Farhan Kamil Daerah

Ribuan Santri Dari Dua Pesantren Besar di Tasikmalaya Dipulangkan


Koropak.co.id - Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dan daerah tentang pencegahan pandemi Covid-19, dua pesantren besar di Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya, yakni Pesantren Sukamanah Yayasan KH.Z.Musthafa dan Pesantren Sukahideng Yayasan KH.Muhsin, meliburkan kegiatan pembelajaran di pesantren dan memulangkan ribuan santrinya ke masing-masing daerah. Namun untuk santri dewasa tidak dianjurkan pulang, tetapi ngaji dan khidmat di Pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Sukahideng Kecamatan Sukarame, KH.Ii Abdul Basith Wahab melalui dewan santri, Khoeruman menyebutkan, untuk memulangkan sebanyak 1.688 santri, khusus untuk ke daerah zona merah seperti Jabodetabek, Bandung Raya, Subang, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, Cirebon, Kuningan dan Indramayu, pihaknya menyiapkan 12 unit bus, 2 elf dan 1 mini bus.

"Kegiatan pembelajaran di pesantren mulai diliburkan pada tanggal 28 Maret 2020. Kami memulangkan santri ke kampung halaman masing-masing dengan tanpa dijemput oleh orang tua atau wali santri terutama orang tua atau wali yang berada di zona merah Covid-19," tururnya, Minggu (29/3/20209.

 

Baca : Walikota Tasikmalaya Terapkan Karantina Wilayah Mulai 31 Maret

 

Adapun pengaturan pemulangan santri lanjut Khoeruman, diatur pengelompokannya dengan mempertimbangkan wilayah tempat tinggal masing-masing santri.
"Teknik pemulangan menggunakan jasa angkutan bus sampai ke pusat kota kabupaten/kota masing-masing. Selanjutnya dijemput oleh orang tua atau wali santri," ujarnya.

Ditambahkan, masuk pesanteren diperkirakan tanggal 10 Syawal atau 2 Juni 2020 sesuai dengan perkiraan redanya wabah Covid-19.

"Pasca pemulangan para santri ini, kami tetap melakukan pengawasan terhadap tamu yang datang ke pesantren. Dan ke depan kami akan menerapkan pengawasan ketat kepada para santri saat kedatangan kembali mereka ke pesantren. Kami akan bekerjasama dengan puskesmas atau dinas kesehatan," ujarnya.*


Baca : Dishub Kota Tasikmalaya Rilis Surat Penghentian Operasional Angkutan Umum

 


Berita Terkait