Kali Pertama Persidangan Tanpa Kehadiran Terdakwa

Selasa, 31 Maret 2020 17:43 D. Farhan Kamil Daerah

Kali Pertama Persidangan Tanpa Kehadiran Terdakwa

 

Koropak.co.id - Di tengah-tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19) di Tasikmalaya, Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya menggelar persidangan perdana dengan memanfaatkan teknologi sistem komunikasi yang melibatkan tiga institusi negara yakni PN, Kejaksaan dan Lembaga Pemasyarakatan (LP), Selasa (31/3/2020).

Melalui telekonferensi Ketua Majelis Hakim bersama Panitera dan Jaksa Penuntut Umum duduk dalam satu ruangan di PN, sedangkan terdakwa terpisah di LP. Adapun pihak kejaksaan menyaksikan jalannya persidangan secara langsung (live) di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari).

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani, SH mengatakan, meskipun dalam guncangan pandemi global Covid-19, persidangan tetap harus dilaksanakan alias tidak bisa ditunda lagi, dengan pertimbangan masa titipan tahanan terdakwa sudah hampir habis.

"Sesuai instruksi Kejaksaan Agung dan hasil koordinasi dengan pihak Mahkamah Agung serta rumah tahanan, persidangan harus tetap dilaksanakan dengan tetap menjalankan imbauan pemerintah yaitu meminimalisir perkumpulan orang dan kontak fisik secara langsung. Maka persidangan dilakukan melalui telekonferensi, dengan memasang tiga kamera di tiga tempat berbeda," kata Sri.

 

Koropak.co.id - Kali Pertama Persidangan Tanpa Kehadiran Terdakwa (2)

 

Baca : Jumlah ODP dan PDP Corona di Kabupaten Tasikmalaya Terus Berlipat

 

Untuk tahap awal terang Sri, persidangan dilakukan dengan menghadirkan jaksa ke PN. Dan untuk persidangan berikutnya Jaksa cukup di kantor kejaksaan. Sedangkan terdakwa tetap di LP.

"Adapun untuk saksi persidangan, nantinya cikup dihadirkan di kantor polsek terdekat, dimana saksi tersebut tinggal. Namun ini hanya untuk saksi yang bertempat tinggal jauh. Sehingga akan ada empat kamera yang akan terpasang selama proses persidangan," ujarnya.

Ditambahkan, hari ini ada sejumlah persidangan melalui video call (telekonferensi) dengan jumlah 21 terdakwa, dengan agenda pemeriksaan saksi, acara tuntutan dan putusan.

Untuk menambah kekuatan jaringan internet termasuk akselerasi sambungannya saat pelaksanaan persidangan, pihaknya merencanakan berapiliasi dengan penyedia jasa jaringan internet.

"Hari ini gambarnya masih sedikit ngelag. Dalam telekonferensi barusan, suaranya mendahului gambar. Hal ini akibat jaringan internetnya lemah," ucapnya.*

 

Lihat : Hindari penyebaran Covid-19 Polres Tasikmalaya Bubarkan Orang Berkerumun

Lihat : Corona Bukan Untuk Ditakuti, Mari Bersama Lawan Corona!