Bupati Tasikmalaya Instruksikan TGP2 Covid-19 Bangun Ruang Karantina Khusus

Selasa, 31 Maret 2020 23:30 D. Farhan Kamil Daerah

Bupati Tasikmalaya Instruksikan TGP2 Covid-19 Bangun Ruang Karantina Khusus

 

Koropak.co.id - Akselerasi Pemkab Tasikmalaya dalam rangka pencegahan dan penanganan wabah virus Corona, terus dipertajam. Selain melalui edaran-edaran dan imbauan, pemerintah kembali menerbitkan instruksi yang berkaitan dengan pencegahan wabah virus yang membahayakan kehidupan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Jauh sebelum pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, Bupati Tasikmalaya H.Ade Sugianto menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk melalui surat nomor 443/507/DKPP/2020 tertanggal 28 Januari 2020, perihal kesiapan upaya pencegahan penyakit Pneumonia dari Republik Rakyat Tiongkok.

Kini, di tengah-tengah melonjaknya jumlah ODP maupun PDP seiring dengan banyaknya warga yang terpantau baru pulang dari daerah perantauan di zona merah, ditambah dengan hasil identifikasi tim medis, Pemkab Tasikmalaya mengeluarkan Instruksi Bupati nomor 18 tahun 2020, tentang Karantina, Pengawasan dan pengendalian Covid-19.

Bupati menginstruksikan kepada Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 untuk mendirikan posko di beberapa titik wilayah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya yang dipandang strategis.

 

Baca : Jumlah ODP dan PDP Corona di Kabupaten Tasikmalaya Terus Berlipat

 

Bupati juga meminta Ketua Pelaksana GTP2 mengkoordinasikan Kadishub, Kadinkes dan Pengendalian Penduduk, Kasatpol PP, para camat dan para Kades se-Kabupaten Tasikmalaya, dalam melakukan pengawasan dan pengendalian orang yang masuk ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya dari daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

"Ini tidak dalam rangka membatasi orang, tetapi sejatinya menjadi ikhtiar pemerintah dalam menekan laju Covid-19 yang sudah menjadi pandemik global. Kami ingin memastikan warga Kabupaten Tasikmalaya aman dari virus tersebut, maka kami perintahkan seluruh pihak terkait melakukan pengawasan pergerakan orang secara ketat diawali di daerah perbatasan," kata Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, Selasa (31/3/2020).

 

Baca : Putus Sebaran Covid-19, Walikota Tasikmalaya Batasi Orang Masuk Ke Kota Tasikmalaya

 

Disebutkan, di posko tersebut para petugas kesehatan dibantu TNI/Polri mengecek kondisi setiap orang yang datang dari zona merah atau kuning. Apabila ditemukan orang yang berisiko, maka petugas mengkarantinanya di tempat yang sudah disiapkan.

"Selain pendirian posko, kami menyiapkan tempat karantina sementara bagi orang yang kedapatan sakit dan berisiko dengan gejala Covid-19. Jika warga Kabupaten Tasikmalaya maka kami siapkan armada pengantar ke tempat tujuan. Jika bukan warga Kabupaten Tasimalaya, kami segera berkoordinasi dengan pemerintah daerahnya untuk segera dijemput," ujar Bupati.

Sementara di daerah tambah Ade, para Camat dan Kades ditugaskan melakukan pengawasan dan pengendalian pergerakan penduduk dengan langkah-langkah promotif dan preventif di masyarakat, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.*

 

Baca : DPRD Kabupaten Tasikmalaya Kaji Skenario Bupati Soal Blocking Anggaran


Berita Terkait