OJK, Ini Kriteria Dapat Keringanan Kredit Terkait Dampak Corona

Kamis, 02 April 2020 15:44 Clara Aditia Daerah

OJK, Ini Kriteria Dapat Keringanan Kredit Terkait Dampak Corona

 

Koropak.co.id - Pemberian kebijakan restrukturisasi atau keringanan, diutamakan untuk usaha kecil yang terkena dampak Covid-19 dengan nilai pinjaman di bawah Rp 10 milyar.

Mereka para pekerja harian, UMKM, nelayan, ojek online, dan usaha kecil lain terkena dampak Covid-19, terlebih saat pemberlakuan social distancing. Ojek online misalnya, mereka yang mengandalkan order dari penumpang, harus mengalami penurunan drastis karena aturan pemerintah yang mengharuskan setiap orang melaksanakan social distancing dengan diam di rumah saja.

Jelas penurunan tersebut membuat penghasilan mereka ikut menurun, bahkan ada yang sampai harus kehilangan penghasilan. Jelas, mereka mengalami kesulitan untuk membayar cicilan pinjaman, entah itu pinjaman ke bank, atau bahkan cicilan ke leasing.

Jadi, alangkah tidak eloknya jika mereka yang berpenghasilan tetap, menginginkan restrukturisasi. Bagaimanapun juga, mereka yang berpenghasilan tetap, tidak akan terdampak Covid-19, karena bencana sedahsyat apapun, penghasilan mereka tetap mengalir setiap bulannya dan sehingga sama sekali tidak akan mengalami kesulitan membayar pinjaman ataupun cicilan.

 

Baca : Restrukturisasi Kredit Ringankan Beban UMKM Terdampak Covid-19

 

Berbincang bersama Koropak, Kamis (2/4/2020), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Edi Ganda Permana menegaskan bahwa pemberian keringanan ini hanya untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

"Jadi kalau kita masih bisa memiliki penghasilan tetap atau masih sanggup membayar, jangan memanfaatkan keringanan ini. Biarkan bank atau leasing fokus membantu saudara kita yang membutuhkan. Saudara kita yang kehilangan penghasilannya akibat terdampak Pandemi Covid-19," katanya.

 

Baca : Raperda Pengembangan UMKM Komitmen Penguatan Ekonomi Kerakyatan

 

Diakui Edi, pernah ada sebuah opini bahwa ada guru-guru yang sama menginginkan ada restrukturisasi di tengah Pandemi Covid-19. Bahkan, sampai mengaitkan dengan "utang jasa" demi mendapatkan afirmasi atau maslahat dari bencana karena merasa sama-sama terdampak Covid-19.

"Restruktisasi ini bukanlah ajang untuk mereka yang berpenghasilan tetap, iri karena mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap mendapat keringanan dalam cicilan atau pinjaman. Justru harus dijadikan ajang kepedulian karena mereka yang tidak berpenghasilan tetap, mengalami kesulitan dalam membayar pinjaman atau cicilan akibat kehilangan mata pencaharian akibat dampak Covid-19," kata Edi.

Marilah dukung kebijakan restrukturisasi ini demi meringankan beban mereka yang harus kehilangan penghasilannya akibat Covid-19, yang membuat mereka mengalami kesulitan untuk membayar cicilan pinjaman, entah itu pinjaman ke bank, atau bahkan cicilan ke leasing.*


Lihat : Raperda Pengembangan UMKM Daya Dobrak Pilar Ekonomi Mikro

 


Berita Terkait