Pandemi Covid-19 Hentikan Uji KIR di Kabupaten Tasikmalaya

Jum'at, 03 April 2020 09:48 D. Farhan Kamil Daerah

Pandemi Covid-19 Hentikan Uji KIR di Kabupaten Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Dampak mewabahnya Covid-19, tidak saja dirasakan oleh kalangan masyarakat umum terutama para pelaku usaha kecil dan menengah, tetapi juga beimbas kepada pendapatan asli daerah dari sektor retribusi.

Munculnya kebijakan pemerintah terkait penghentian sementara layanan umum sesuai protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi corona, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya menghentikan sementara pelayanan uji kendaraan bermotor (KIR) mulai 01 April hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Maka secara otomatis dengan adanya penghentian layanan KIR ini, pendapatan retribusi KIR yang sudah ditetapkan pada tahun ini sekitar Rp 1.317.070.000, diprediksi merosot.

"Ya yang pasti akan berdampak terhadap pencapaian target. Dan ini sebuah konsekuensi. Sekalipun belum bisa diprediksi berapa persen penurunannya," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya Iwan Roslan Effendi, Kamis (2/4/2020).

 

Baca : Karena Corona Jam Kerja ASN di Kabupaten Tasikmalaya Dipangkas

 

Menurutnya, penutupan sementara uji KIR kendaraan sebagai upaya preventif corona ini, berdasarkan surat edaran Bupati Tasikmalaya tentang penutupan sementara area atau gedung perkantoran dan penundaan sementara kegiatan tertentu di lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Soal batas waktu penundaan layanan tertentu ini, Iwan mengaku belum dapat dipastikan hingga upaya percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkab Tasikmalaya ini, dinyatakan selesai.

 

Baca : Dalam Paripurna DPRD Terapkan Pola Physical Distancing


Hal senada dikatakan, Sekretaris Dishub Kabupaten Tasikmalaya, Unang Arifin, penutupan aktivitas pengujian sementara ini juga demi menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak. Pasalnya tempat pengujian kendaraan merupakan areal yang setiap harinya banyak keluar masuk orang.

"Kita khawatir jika aktivitas yang mengundang kerumunan orang ini tetap dilaksanakan, dapat membahayakan banyak pihak. Kekhawatiran ini juga muncul karena kendaraan yang masuk bisa saja baru datang dari zona merah penyebaran Covid-19. Sedangkan pengujian fisik kendaraan dilakukan secara terperinci hingga bagian bawah kendaraan," tuturnya.*

 

Baca : Pemkab Tasikmalaya Menambah 24 Ruang Isolasi Corona di RS SMC


Berita Terkait