Duta Laptop Bagikan Bantuan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sabtu, 04 April 2020 09:45 Erni Nur'aeni Daerah

Duta Laptop Bagikan Bantuan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

 

Koropak.co.id - Pengaruh pandemi virus corona (Covid-19) di berbagai daerah, tak terkecuali di Kota Tasikmalaya, terus meluas. Tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga kepada berbagai lini kehidupan mulai pendidikan, ekonomi, hingga sosial.

Untuk meringankan beban warga terdampak Covid-19 yang sebagian harus kehilangan penghasilan, Duta Laptop Tasikmalaya yang beralamat di Ruko Nomor 1 Perumahan Baitul Jannah Residen, Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, membagikan santunan kepada para pedagang asongan dan penarik becak di wilayah pusat Kota Tasikmalaya, Jumat (3/4/2020).

Tercatat sebanyak 70 amplop berisikan masing-masng uang tunai Rp 200 ribu, dengan cepat bersarang di saku para pencari nafkah di pusat kota.

"Kita sengaja memberikan santunan berupa uang tunai kepada mereka yang harus kehilangan penghasilan akibat mewabahnya Covid-19, karena kita tidak tahu apa kebutuhan utama mereka saat ini," kata pemilik Duta Laptop, Abdul Ghani.

 

 

Koropak.co.id - Duta Laptop Bagikan Bantuan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

 

 Baca : Harley Davidson Tasikmalaya Dukung Percepatan Penanganan Covid-19

 

Di sela-sela pembagian bantuan uang tunai, diberikan juga 15 paket sembako sumbangan dari PLN Tasikmalaya.

Ghani berharap, bantunan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Terutama di masa pandemi Covid-19, sebagai saat yang tepat untuk membantu mereka yang harus kehilangan penghasilan akibat terdampak Covid-19.

Dikatakan Ghani, masyarakat berpenghasilan rendah dan terdampak Covid-19 ini sama sekali tidak ada yang memperhatikan keselamatannya. Tidak ada yang peduli terhadap kebutuhannya atas perlindungan diri melalui masker dan lain hal.

"Beda hal dengan para tenaga medis yang mulai banyak mendapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk dukungan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Lain hal dengan masyarakat bawah, siapa yang mau memikirkan mereka? Bahkan saya menemukan pedagang yang mengaku dari pagi sampai sore hanya dapat Rp 20.000. Meskipun tidak salah memberikan bantuan kepada medis serta relawan, namun kita pun jangan sampai melupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang sama-sama perlu uluran tangan kita," kata Ghani.*

 

Lihat : Walikota Tasikmalaya : Mari Bersama Putus Mata Rantai Sebaran Covid-19

 


Berita Terkait