Khawatir Anak Istri Tidak Makan, Sopir Angkot Tancap Gas Abaikan Corona

Minggu, 05 April 2020 22:10 D. Farhan Kamil Daerah

Khawatir Anak Istri Tidak Makan, Sopir Angkot Tancap Gas Abaikan Corona

 

Koropak.co.id - Dampak diterapkannya kebijakan social distancing agar masyarakat lebih banyak diam di rumah saja, sangat dirasakan oleh masyarakat yang selama ini bergerak di dunia usaha, baik di bidang jasa, perdagangan, pertanian dan juga perkebunan.

Dibalik keterjaminan masyarakat terhindar dari pandemi Covid-19, Imbauan pemerintah terkait pencegahan dan penanganan virus corona ini dirasakan mulai mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat dari sisi ekonomi.

Seperti dirasakan para pelaku usaha di sektor jasa angkutan yang harus rela mengalami penurunan penumpang hingga 75 persen.

Seperti diutarakan salah seorang sopir angkutan umum jurusan Singaparna - Tasikmalaya, Firman (37), dampak dari penyabaran Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap jumlah penumpang yang relevansinya terhadap anjloknya jumlah pendapatan yang bisa dikantongi untuk risiko dapur.

"Untuk satu kali jalan, paling dari Singaparna ke arah kota itu bawa dua atau tiga menumpang. Benar-benar sudah merusak banyak hal ini virus. Apalagi bagi saya sebagai orang kecil dibikin jadi serba bingung harus bagaimana. Sedangkan risiko dapur kan gak bisa kompromi," tuturnya, Minggu (5/4/2020).

Sebelum ada wabah corona ini, ia bisa mengantongi uang sebesar Rp 200 ribu sisa setoran kepada pemilik mobil. Tetapi kini, dengan pendapatan uang Rp 50 ribu satu hari saja sudah dianggap luar biasa dari pada sama sekali tidak ada.

 

 

Koropak.co.id - Khawatir Anak Istri Tidak Makan, Sopir Angkot Tancap Gas Abaikan Corona

Baca : Corona Ternyata Negatif, Kesusahan Rakyat Malah Positif

 

Ditambahkan, di tengah-tengah mewabahnya corona ini, ia pun merasakan kekhawatiran terinfeksi, sedangkan ia harus tetap berada di medan usaha dengan mengabaikan imbauan pemerintah.

"Saya dan teman-teman sopir lainnya, bukan tidak ingin berdiam diri di rumah mengikuti imbauan pemerintah. Namun, karena desakan kebutuhan hidup, ya mau bagaimana lagi. Saya setiap hari harus dapat melawan ketakutan terhadap corona dari pada anak dan istri positif lapar," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Aep (40), sopir angkutan jurusan Singaparna - Garut. Ia menyebutkan sejak penyebaran Covid-19 meluas, ia harus kehilangan 60 persen penghasilan untuk keluarga akibat berkurangnya penumpang.

Warga kini banyak memilih berdiam diri di rumah dengan tidak melakukan perjalanan, menurutnya hal ini sangat wajar karena mereka pun takut terkena Covid-19. Namun disisi lain, kondisi ini sangat memberatkan bagi para sopir angkutan yang mencari nafkah dari jasa antar penumpang.*

 

Baca pula : Pandemi Covid-19 Memaksa Driver Ojol Tetap Survive

 


Berita Terkait