Yayasan Bakti Hibahkan Tanah Untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

Senin, 06 April 2020 15:18 Clara Aditia Daerah

Yayasan Bakti Hibahkan Tanah Untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

 

 

Koropak.co.id - Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai NasDem, Ir. Tjahja Wandawa telah berhasil memfasilitasi bantuan hibah berupa tanah seluas 1 Hektare dari para pengusaha Tioghoa di Tasikmalaya yang tergabung dalam Yayasan Bakti untuk pemakaman jenazah Covid-19, dan jenazah yang tidak punya keluarga atau tidak dikenal.

Pemakaman tersebut merupakan buah kerjanya sebagai wakil rakyat yang terus mendorong pengusaha untuk turut aktif berkontribusi menangani jenazah covid-19 dengan menyediakan lahan pemakaman yang memerlukan tempat pemakaman tersendiri.

Berbincang bersama Koropak, Senin (6/4/2020), Tjahja menjelaskan awal dari bantuan hibah untuk lahan pemakaman tersebut saat ada penolakan penguburan jenazah Covid-19 beberapa waktu lalu. Akhirnya, pihaknya bersama Yayasan Bakti dan Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman melakukan diskusi dengan warga hingga jenazah berhasil dikremasi.

"Setelah peristiwa itu, saya berdiskusi dengan Yayasan Bakti agar kejadian penolakan tersebut tidak terulang lagi. Kala itu, Ketua Yayasan Bakti, Candra Cahyadi didampingi Tjong Djoen Mien selaku anggota Yayasan Bakti, meminta saya untuk memfasilitasi pertemuan dengan Walikota dan menyampaikan akan menyerahkan bantuan hiban tanah untuk pemakaman. Akhirnya, pada 1 April 2020, Walikota menerima kami untuk menyampaikan hibah lahan seluas 1 Hektare untuk pemakaman jenazah Covid-19 yang berlokasi di Cisapi, Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya," katanya.

 

Koropak.co.id - Yayasan Bakti Hibahkan Tanah Untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

 

Baca : Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Kembali Bertambah

 

Pemakaman, ujar Tjahja, nantinya tidak hanya diperuntukan bagi jenazah Covid-19 saja, namun juga untuk jenazah tidak dikenali atau tidak punya keluarga.

"Untuk lahan pemakaman hibah ini, meski statusnya untuk jenazah Covid-19, namun tidak ada penolakan dari warga setempat, mengingat Pemerintah Kota Tasikmalaya mengedukasi serta menyosialisasikan pada warga juga tokoh agama dan tokoh masyarakat saat melihat lokasi pemakaman pada Jumat (3/4/2020)," tuturnya.

Ditambah lagi, sudah ada instruksi Kapolri dan MUI bahwa jenazah Covid-19 tidak boleh ditolak masyarakat saat hendak dimakamkan.

"Ini masalah bersama, tidak mungkin orang meninggal dibiarkan tanpa dikubur. Ini yang jadi pemikiran saya, Yayasan Bakti, juga Pak Walikota serta masyarakat. Sekarang yang harus dilakukan adalah bersama mewujudkan pemakaman khusus jenazah Covid-19 dapat berjalan lancar," tuturnya.

Tjahja berharap, niat baik Yayasan bakti tersebut bisa dipahami oleh masyarakat Kota Tasikmalaya, khususnya oleh warga sekitar.

"Sebab dalam kondisi apapun, orang yang sudah meninggal merupakan kewajiban kita untuk mengurus dan menguburkannya," katanya.*


Baca : Anggota DPRD Dari Partai Nasdem Ini Bantu Warga Sterilkan Lingkungan