Ratusan Ulama Kabupaten Tasikmalaya Mengikuti Rapid Test Corona

Selasa, 07 April 2020 20:49 D. Farhan Kamil Daerah

Ratusan Ulama Kabupaten Tasikmalaya Mengikuti Rapid Test Corona

 

Koropak.co.id - Ratusan ulama dari berbagai ormas Islam dan pesantren di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti rapid test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, di Gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (7/4/2020).

Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pelaksanaan rapid test ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di kalangan ulama yang sering terlibat dalam kegiatan keagamaan dan melibatkan banyak orang.

Kenapa membidik kalangan ulama kata Uu, sebab saat ini sudah ditemukan ada kluster penyebaran Covid-19 baru dalam kegiatan keagamaan. Seperti di tempat ibadah dan pengajian masyarakat.

"Dari awal kalangan ulama sudah menjadi target tes kategori B, termasuk rohaniwan dan pemuka agama lainnya. Kita menargetkan sebanyak 5.000 pemuka agama dan 10 ribu santri di Jawa Barat untuk dilakukan. Apalagi saat ini sudah ditemukan ada salah satu kelompok jemaah ibadah yang masuk kluster Covid-19," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Ratusan Ulama Kabupaten Tasikmalaya Mengikuti Rapid Test Corona

 

 

Baca : Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Bertambah Jadi 9 Orang

 

Sekretaris MUI Kabupaten Tasikmalaya Dr. KH Edeng ZA mengatakan, banyaknya ulama, kiai dan pimpinan organisasi Islam yang mengikuti rapid test ini, menunjukkan bahwa mereka mengindahkan aturan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, sebagai bagian dari ikhtiar mencegah penularan wabah virus Corona yang berbahaya dan mematikan.

"Kami sangat berkeyakinan jika warga Kabupaten Tasikmalaya ini tidak panik, tetapi juga tidak menganggap enteng terhadap wabah corona yang berdasarkan para ahli, virus ini membahayakan. Agama mengajarkan agar kita sebagai umat Islam lebih baik menjaga atau menghindari bahaya, kerusakan atau mudarat," tutur KH. Edeng.

Menurutnya, menggunakan masker dan memeriksakan kesehatan sebagaimana yang dikerjakan alim ulama hari ini, adalah sesuai arahan pemerintah untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Ini juga salah satu bagian dari pelaksanaan ajaran agama, yakni kehati-kehatian atau waspada dengan menjaga diri dari bahaya.

"Berbagai upaya itu harus dilaksanakan secara maksimal, rasional dan terukur dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Dan puncaknya adalah kita bertawakal kepada Allah SWT.*

 

Baca pula : Masih Terjadi Penularan, Diduga Masih Banyak Masyarakat Tak Patuh Aturan