Masyarakat Tetap Tinggal Di Rumah, Pemerintah Sejatinya Paham Konsekuensi

Selasa, 07 April 2020 22:40 D. Farhan Kamil Daerah

Masyarakat Tetap Tinggal Di Rumah, Pemerintah Sejatinya Paham Konsekuensi


Koropak.co.id - Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya KH. Ii Abdul Basith Wahab mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) melalui rapid test terhadap para alim ulama di Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini kata KH. Ii, sebagai seorang muslim, ketaatan kepada ulil amr (pemerintah), adalah suatu kewajiban selama memerintahkan kepada hal yang bukan maksiat.

Pemerintah yang sah telah memerintahkan kepada masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan salah satunya social distancing dan tinggal di rumah (stay at home), tentunya hal itu telah berdasarkan kepada kajian-kajian yang tidak sederhana.

Maka menyikapi perintah tersebut, umat Islam sudah sangat memahami betul bahwa upaya menghindari diri dari hal-hal yang ditengarai bakal menimbulkan bahaya, adalah suatu kewajiban dan dalam menjalankannya haruslah diniatkan ibadah.

"Hal tersebut diperintahkan syariat dimana jika ada sesuatu yang ditengarai dapat membahayakan, maka wajib dihindari dengan cara yang masyru'. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, janganlah membahayakan diri sendiri, jangan pula membahayakan orang lain," tuturnya, di hadapan Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, para alim ulama, pimpinan ormas-ormas Islam dan sejumlah pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, seusai pelaksanaan rapid test di gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Senin (7/4/2020).

 

Koropak.co.id - Masyarakat Tetap Tinggal Di Rumah, Pemerintah Sejatinya Paham Konsekuensi

 

Baca : Ratusan Ulama Kabupaten Tasikmalaya Mengikuti Rapid Test Corona

 

Ditambahkan, semua pihak harus terus berupaya melakukan usaha-usaha agar terhindar dari hal-hal yang menurut hukum sebab akibat akan menimbulkan bahaya berdasarkan keilmuan.

"Perbanyaklah dzikir dan munajat kepada-Nya, demi mengekspresikan kehambaan kita di hadapan-Nya. Sekalipun kita telah berupaya seoptimal mungkin dengan kekuatan lahir, tetapi kita tidak boleh menanggalkan ketergantungan batin kita kepada Allah SWT. Karena Dialah Yang Maha menentukan segalanya," ujarnya sembari menyebutkan, tambatkanlah untamu dan bergantunglah kepada Allah SWT.

Kepada masyarakat ujar KH. Ii, ikutilah anjuran pemerintah sejauh kemampuan. Jika harus tinggal di rumah ya lakukan itu. Tetapi juga bagi pemerintah sebagai konsekuensi dari suatu kebijakan, seyogyanya hadir untuk mengantisipasi timbulnya musibah atau kesulitan lain di masyarakat, yang salah satunya akibat dari perintah tinggal di rumah.*

 

Baca pula : Pemerintah: Social Distancing Bukan Lagi Imbauan Tapi Perintah