Peduli Dampak Corona, Polisi Bidik Warga Pemulung di TPA

Rabu, 08 April 2020 17:29 D. Farhan Kamil Daerah

Peduli Dampak Corona, Polisi Bidik Warga Pemulung di TPA

 

Koropak.co.id - Sosialisasi pencegahan wabah virus corona di Kabupaten Tasikmalaya terus gencar dilakukan termasuk oleh Polres Tasikmalaya. Selain menegaskan pentingnya memakai masker Polisi juga mengimbau masyarakat agar rajin mencuci tangan dan hidup bersih serta sehat.

Kali ini Polres Tasikmalaya membidik warga yang berada di lokasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Nangkaleah Kecamatan Mangunreja. Dengan sandi operasi Aman Dua, Kapolres Tasikmalaya, beserta Wakapolres dan jajaran perwira Polres menyambangi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari memungut sampah, menyortirnya kemudian dijual, Selasa (8/4/2020).

Selain mengimbau agar warga tetap waspada dengan menjaga kebersihan diri dan tidak berkerumun apalagi di tempat sampah yang sangat berisiko dengan bakteri berbahaya, Polres juga membagi-bagikan masker serta paket sembako gratis kepada 500 warga tidak mampu di lokasi TPA dan beberapa tempat di wilayah Kecamatan Mangunreja. Bahkan sebagian warga dicek suhu tubuh oleh tim kesehatan Polres Tasikmalaya.

"Selain buruh tani di lahan perkebunan, kami juga mendatangi buruh harian sebagai pemulung di TPA Nangkaleah. Kami imbau agar mereka waspada dan tetap berupaya mencegah diri dari infeksi virus corona. Kami sarankan agar warga memakai masker serta menjaga jarak saat beraktivitas," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana, S.IK.

Untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka lanjut Kapolres, pihaknya juga membagikan sekitar 500 paket sembako di tengah-tengah pandemi corona. Paket sembako itu berisi beras, gula putih, susu, terigu, minyak goreng, makanan siap saji juga kecap manis.

 

Koropak.co.id - Peduli Dampak Corona, Polisi Bidik Warga Pemulung di TPA


Baca : Khawatir Anak Istri Tidak Makan, Sopir Angkot Tancap Gas Abaikan Corona

 

Salah seorang pemulung sampah, Entin (47) menyebutkan, dampak wabah corona sangat di rasakan oleh para pemulung sampah di TPA Nangkaleah. Ia mengaku kehilangan penghasilan lebih dari 70 persen dari biasanya. Akhir-akhir ini ia hanya mampu membawa uang 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Asalnya rata-rata di atas lima puluh ribu rupiah per hari kerja.

"Selain pasokan sampah berkurang, harga jual satu jenis sampah menjadi sangat murah. Contohnya harga botol bekas, turun menjadi Rp 1.500 per kilo gram, padahal sebelum corona, harganya mencapai Rp 2.500 rupiah per kilo gramnya," tutur Entin.

Ia juga mengaku sangat berterimakasih dengan adanya bantuan sembako dari Polisi yang dianggap dapat mencukupi kebutuhan makan untuk satu pekan ke depan.*

 

Baca : Masyarakat Tetap Tinggal di Rumah Pemerintah Sejatinya Paham Konsekuensi


Berita Terkait