Gubernur Jabar Minta MUI Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik

Sabtu, 11 April 2020 14:57 Eris Kuswara Provinsi

Gubernur Jabar Minta MUI Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik


Koropak.co.id - Sebagai langkah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mempertimbangkan fatwa haram mudik agar persebaran Covid-19 tidak semakin meluas termasuk ke daerah Jabar yang merupakan daerah rawan.

"Kami menyakini dengan adanya fatwa haram dan imbauan pemerintah mengenai arus mudik dapat ditekan, terutama dari wilayah episentrum Covid-19. Kami berharap MUI bisa segera mengeluarkan fatwa haram mudik, karena biasanya masyarakat lebih menuruti apa yang dikatakan para ulama," kata Emil.

Ditambahkan Emil, disiplin dengan tidak mudik menjadi hal yang sangat krusial dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Hal tersebut dikarenakan beberapa kasus penularan Covid-19 di sejumlah daerah di Jabar diakibatkan oleh pemudik.

"Pemerintah Provinsi Jabar juga sudah mengeluarkan maklumat larangan mudik dan piknik, serta dan memberlakukan prosedur tetap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun. Hal itu kami lakukan untuk memastikan agar para pemudik tidak terinfeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2) yang merupakan virus penyebab Covid-19," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Gubernur Jabar Minta MUI Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik

 

Baca : Wartawan Mesti Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Liputan

Untuk mencegah penyebaran agar tidak meluas, kini desa-desa di Jabar memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk ke daerahnya dengan membentuk Satgas Tanggap Covid-19. Nantinya aparatur desa bertugas untuk mendata pemudik yang berasal dari zona merah dan memintanya untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

"Upaya-upaya tersebut dilakukan Pemprov Jabar agar penyebaran dari Covid-19 tidak semakin meluas. Fatwa haram mudik juga merupakan kewenangan MUI Pusat. Oleh sebab itu, diharapkan Ketua MUI Jabar dan 27 Ketua MUI Kabupaten dan Kota se-Jabar dapat berkomunikasi dengan MUI pusat terkait dengan fatwa haram mudik tersebut," ujarnya.

Emil juga turut meminta pandangan dari para ketua MUI terkait dengan pelaksanaan salat tarawih di rumah, termasuk juga dengan kemungkinan meniadakan salat idul fitri di tengah pandemi corona.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru yang dihimpun Koropak dari pikobar.jabarprov.go.id per Sabtu (11/4/2020), pasien positif Covid-19 di Jawa Barat terkonfirmasi sebanyak 388 orang, 19 orang sembuh dan 40 orang meninggal dunia.

Saat ini, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jawa Barat sebanyak 28.723 orang dengan rincian 15.573 orang masih proses pemantauan dan 13.150 orang selesai pemantauan. Kemudian untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2.249 orang, dengan rincian 1.325 proses pengawasan dan 924 selesai pengawasan.*

 

Lihat : Walikota Tasikmalaya, Mari Bersama Putus Mata Rantai Sebara Covid-19

 


Berita Terkait