Warga Tasikmalaya yang kena PHK Harap Diserap Program Padat Karya

Senin, 13 April 2020 08:00 D. Farhan Kamil Daerah

Warga Tasikmalaya yang kena PHK Harap Diserap Program Padat Karya

 

Koropak.co.id - Akibat diberlakukan program social dan physical distancing dalam menangani wabah Covid-19 di Indonesia, tercatat sebanyak 15.012 pekerja asal Kabupaten Tasikmalaya di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan dirumahkan oleh pihak perusahaannya.

Mereka adalah para karyawan dari sejumlah perusahaan yang berada di beberapa kota di zona merah seperti Jakarta, Bekasi, Bogor dan Tangerang. Mereka terpaksa dirumahkan akibat perusahaan tidak bisa melanjutkan usaha.

Kabid Tenaga Kerja ((Naker) Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya Syafrudin Korompot mengatakan, hingga saat ini pihak desa masih melakukan pendataan para pekerja yang dirumahkan.

"Dinas, mendapatkan data dari pemerintah desa dan tentunya jumlah pekerja asal kabupaten yang di PHK dan dirumahkan itu saat ini masih bersifat sementara. Saya tegaskan, mereka yang di-PHK dan dirumahkan oleh perusahaan yang ada di luar daerah bukan yang berada di Tasikmalaya," kata Syafrudin, Sabtu (11/4/2020).

 

Baca : Corona Makan Korban Ribuan Pekerja Kota Tasikmalaya Dirumahkan


Adapun untuk perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini belum ada kebijakan PHK atau dirumahkan, kecuali mengurangi jam kerja untuk mengurangi biaya operasional.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya Eddy Nurmana mengatakan, bagi pekerja yang di PHK maupun dirumahkan, dinas akan mengajukan kepada pemerintah provinsi agar masuk dalam program pra kerja, atau dilibatkan dalam program padat karya.

"Kalau dari pusat, sudah jelas ada program pra kerja, di sini kita coba usulkan ke pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata dia.*

 

Baca : LBH Ansor Beri Bantuan Hukum Bagi Pegawai yang Dirumahkan Akibat Covid-19