Dampak Wabah Virus Corona, Pengrajin Anyaman Bambu Tasikmalaya Kian Terpuruk

Jum'at, 17 April 2020 09:54 D. Farhan Kamil Desa

Dampak Wabah Virus Corona, Pengrajin Anyaman Bambu Tasikmalaya Kian Terpuruk

 

Koropak.co.id - Pengrajin Anyaman Bambu di Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kebupaten Tasikmalaya Jawa Barat mengeluhkan penurunan omset hingga 20 persen yang terus mengancam kehidupan ekonomi para pengrajin, akibat dampak pandemi Covid-19.

Seperti diungkapkan Oman (60) salah satu pengrajin anyaman bambu, warga Paniis Hilir Desa Mandalagiri. Dampak dari penyebaran Covid-19, usaha anyaman yang sudah dirintis sejak tahun 1990 itu pun kini mengalami penurunan omset yang cukup berasa. Sebelum Covid-19 terjadi, setidaknya pesanan berbagai anyaman bambu bisa mencapai Rp 100 hingga Rp 150 juta.

"Saat ini jumlah pesanan sudah mengalami penurunan 15 sampai 20 persen. Hal ini juga dipengaruhi oleh banyaknya perusahaan ekspedisi yang tidak beroperasi akibat Covid-19," kata Oman, Kamis (16/4/2020).

 

Koropak.co.id - Dampak Wabah Virus Corona, Pengrajin Anyaman Bambu Tasikmalaya Kian Terpuruk

 

Baca : Produk Inovasi Bambu Dari Selaawi Garut Raih Penghargaan

 

Padahal terang dia, menjelang bulan Ramadan itu momen yang sangat ditunggu-tunggu karena berbarengan dengan meningkatnya jumlah order sepeti ayakan. Salah satunya dari negeri Malaysia. Dan ketika bulan Ramadan tiba, pesanan ditutup karena overload. Namun berbeda dengan tahun ini omset justru menurun drastis.

Ia berharap, pendemi Covid-19 segera berakhir dan perekonomian cepat pulih. Karena sebagai usaha kecil, ia merasakan dampak yang luar biasa terutama pada biaya operasional dan jumlah pesanan.

"Saya tidak hanya memikirkan diri saya sendiri, tetapi nasib para karyawan yang notabene warga dari kalangan kurang beruntung dan saat ini sudah dirumahkan," ucapnya.*


Baca pula : Satu PDP di Tasikmalaya Meninggal, Punya Riwayat Perjalanan Dari Bali


Berita Terkait