Dampak Tutup Sementara Pusat Perbelanjaan, Iklim Usaha Menjadi Lesu

Jum'at, 17 April 2020 22:12 Clara Aditia Nasional

Dampak Tutup Sementara Pusat Perbelanjaan, Iklim Usaha Menjadi Lesu

 

Koropak.co.id - Dampak Pandemi Corona turut dirasakan pula oleh industri bisnis ritel seperti pusat perbelanjaan. Aturan pemerintah mengharuskan pusat perbelanjaan yang menjadi pusat keramaian orang, harus tutup sementara waktu demi kebijakan social distancing.

Memang, kebijakan pemerintah cukup tepat. Semakin banyak orang berkerumun semakin besar risiko penyebaran virus Corona. Sehingga mau tidak mau industri bisnis ritel pun terpaksa mengikuti aturan pemerintah untuk tutup sementara waktu.

Namun, dampak lainnya, tenant-tenant yang ada di pusat perbelanjaan atau mal tidak mampu buka toko karena sama sekali nihil transaksi. Hanya supermarket, makanan dan minuman, serta apotik yang masih memaksakan buka.

Terlebih, supermarket sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Jika supermarket turut ditutup, masyarakat akan semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat, Arman Hermawan menyatakan hampir semua pusat perbelanjaan telah melakukan penutupan sementara dan terus mengurangi aktivitas pelayanan.

"Penutupan sementara dilakukan karena adanya imbauan dan surat permintaan penutupan sementara pusat perbelanjaan dari Pemerintah baik di level kecamatan, Pemerintah Kota/Kabupaten, dan provinsi demi menekan sebaran wabah Corona," katanya.

 

Koropak.co.id - Dampak Tutup Sementara Pusat Perbelanjaan, Iklim Usaha Menjadi Lesu

 

Baca : Setelah Dua Pekan Tutup, Plaza Asia Tasikmalaya Kembali Buka Pada 13 April 2020

 

Pengurus APPBI DPD Jawa Barat, Andi Gumilar menuturkan untuk di Kota Tasikmalaya sendiri sangat terasa dampaknya. Penurunan jumlah pengunjung yang sangat signifikan menyebabkan para tenant tidak mampu membuka tokonya karena tidak terjadi transaksi.

"Dalam rangka mematuhi imbauan pemerintah, kami juga sempat menutup mal sementara kecuali toko yag menjual kebutuhan pokok yaitu supermarket, toko makanan dan toko obat. Namun kini, di Tasikmalaya, mal Mayasari Plaza telah buka kembali mulai 11 April 2020, dan Plaza Asia pada 13 April 2020," kata Andi.

Sebagai industri ritel yang sangat berkaitan erat dengan relationship dengan tenant di dalamnya, pihak pengelola pusat perbelanjaan seperti Mayasari Plaza, memberikan kebijakan tersendiri berupa keringanan biaya sewa dan service charge sebagai bentuk kompensasi atas ditutup sementaranya mal sesuai aturan pemerintah.

"Semoga dengan dibuka kembali operasional mal, dapat menggairahkan kembali industri bisnis ritel, khususnya bisnis pusat perbelanjaan agar tenant-tenant juga dapat kembali membuka tokonya dan melaksanakan bisnisnya seperti sedia kala," kata Andi.*

 

Baca : Dampak Penutupan Mal Di Jawa Barat, Ancam 150 Ribu Pekerja Dirumahkan

 


Berita Terkait