Hanya 25 Persen Padi Di Tanjung Jaya Cipaku Ciamis yang Terserang Blas

Sabtu, 18 April 2020 12:08 Rizal Amirullah Desa

Hanya 25 Persen Padi Di Tanjung Jaya Cipaku Ciamis yang Terserang Blas

 

Koropak.co.id - Kini para petani di Dusun Tanjung Jaya, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Jawa Barat bisa bernapas lega. Sebab Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) langsung bergerak cepat meninjau lapangan.

Hama merupakan sebuah penyakit yang menyerang tanaman. Bahkan, dapat menyebabkan gagal panen hingga merugikan petani. Seperti halnya penyakit tanaman padi yang menyerang hektaran sawah di Dusun Tanjung Jaya, Desa Ciakar Kecamatan Cipaku. Terdeteksi bukanlah penyakit tanaman yang dikategorikan pendatang baru. Bahkan penyakitnya sama sekali tidak terlihat seperti hama wereng, hama bodas atau yang lainnya.

"Penyakit tanaman misterius tersebut disebut hama Blas, yaitu sejenis penyakit cendawan 'Pyiricularia Oryzae' yang hanya bisa dilihat menggunakan microscop. Penyakit tersebut ini meyerang daun dan leher padi. Itulah sebabnya buah padi menjadi kosong, karena suplay makanan ke buah padi jadi terhambat," ujar Rika dari PPL Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Timbulnya penyakit Blas bisa disebabkan oleh suhu, kelembaban, dan tingkat keasaman tanah. Varietas padi yang kurang tahan terhadap cendawan seperti Ciherang, 64, 33 harus diatur tingkat pengairannya sesuai dengan kubutuhan padi. Begitu juga dengan pemupukannya.

"Menurut data statistik, dari seluas 81 hektare sawah di Dusun Tanjung Jaya, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, hanya sekitar 25 persen padi yang terkena penyakit Blas. Jadi masih dikategorikan gagal panen ringan. Di sisa waktu menuju masa panen, mesti diberikan perhatian khususnya dari segi pemupukan, pengairan dan ph tanah. Untuk memblok penyakit Blas agar tidak merusak tanaman padi lebih banyak," kata Pendi POPT Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

 

Koropak.co.id - Hanya 25 Persen Padi Di Tanjung Jaya Cipaku Ciamis yang Terserang Blas

 

Baca : Diserang Hama Misterius, Sawah di Tanjung Jaya Cipaku Ciamis Gagal Panen


Pendi mengajak petani agar menjadi petani smart, terutama dalam pemilihan benih padi untuk ditebar.

"Ketika panen, pilihlah padi yang super, pisahkan untuk dijadikan benih padi pada musim yang akan datang, karena padi tersebut sudah terbukti bagus. Dengan cara demikian, di musim panen berikutnya, dengan benih padi yang disimpan tersebut, kecil kemungkinan akan terserang penyakit tanaman," kata Pendi.*

 

Baca : Pasar Murah Hasil Bumi Solusi Jeritan Petani

Lihat : Lahan Pertanian Terkikis Para Petani Menangis


Berita Terkait