Lewat Belanja Online, Produk Desa Tani Dompet Dhuafa Laris Manis

Sabtu, 18 April 2020 15:00 Clara Aditia Provinsi

Lewat Belanja Online, Produk Desa Tani Dompet Dhuafa Laris Manis


Koropak.co.id - Sejak adanya imbauan pembatasan jarak atau physical distancing hingga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), minat belanja online meningkat tajam.

Hasil riset dari ADA (Analytics, Data dan Advertising) Indonesia menganalisis perubahan perilaku konsumen akibat Pandemi Corona menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi belanja online mengalami kenaikan hingga 300 persen.

Hal inilah yang membuat para petani dari program Desa Tani Dompet Dhuafa Jabar di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat berinisiatif menjual sayuran produksi mereka secara online.

Memang mewabahnya virus Corona di Indonesia, khususnya di wilayah Bandung Raya telah membuat penjualan sayuran para petani binaan Dompet Dhuafa Jabar menurun drastis. Hal tersebut dikarenakan beberapa pembeli besar seperti hotel, restoran, dan cafe berhenti melakukan pesanan.

Namun setelah para petani berinisiatif untuk berjualan online, pembeli yang hilang tergantikan dengan yang pembeli lewat online.

"Awalnya karena wabah Corona ini omzet turun drastis, tapi setelah inisiatif jual secara online, Alhamdulillah sekarang naik lagi," ucap Ade, salah satu petani di Desa Tani Dompet Dhuafa Jabar di Lembang, kepada Koropak, Sabtu (18/4/2020).

 

Koropak.co.id - Lewat Belanja Online, Produk Desa Tani Dompet Dhuafa Laris Manis

 


Baca : Pasar Murah Hasil Bumi Solusi Jeritan Petani


Setiap harinya para petani ini bisa mengirim sayuran segar hingga 500 kilogram. Untuk pasar online, saat ini baru menjangkau konsumen di wilayah Kota Bandung saja. Tetapi mereka terus mengusahakan agar sayuran mereka bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi.

Ade dan para petani binaan Dompet Dhuafa Jabar melayani pesanan hingga 54 item sayuran segar berbagai jenis. Dikarenakan pesanan cukup banyak, mereka pun harus menambah jumlah pekerja sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Alhamdulillah. Kita masih terus mencoba buka jaringan lagi yang lebih luas karena peluang untuk menaikan omzet masih besar," kata Ade.*


Baca : Dampak Wabah Covid-19 Pengrajin Anyaman Bambu Tasikmalaya Kian Terpuruk


Berita Terkait