Pemkab Tasikmalaya Kini Hadapi Dampak Sosial Ekonomi Dari Wabah Virus Corona

Sabtu, 18 April 2020 19:31 D. Farhan Kamil Daerah

Pemkab Tasikmalaya Kini Hadapi Dampak Sosial Ekonomi Dari Wabah Virus Corona

 

Koropak.co.id - Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto menuturkan, tantangan terbesar Kabupaten Tasikmalaya yang masih dikategorikan zona hijau ini adalah dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Tidak semua orang berisiko terpapar Covid-19, namun hampir semua orang terdampak akibat Covid-19. Persoalan sosial dan ekonomi menjadi masalah utama yang dihadapi masyarakat hampir secara keseluruhan," kata Ade sesuai menerima kunjungan kerja Komandan Resor Militer (Danrem) 062/ Tarumanegara, Kolonel Inf. Parwito di ruang kerja Bupati Tasikmalaya, Jumat (17/4/2020).

Serentetan problematika itu antara lain tentang validitas data kemiskinan yang masih banyak kekeliruan, tidak seragamnya jenis dan besaran bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi, tidak seimbangnya jumlah bantuan yang diterima dibanding dengan jumlah penerima bantuan.

Kemudian lanjut Ade, minimnya kemampuan anggaran daerah, sampai kepada melonjaknya warga miskin baru dan yang rentan miskin akibat kehilangan pekerjaan serta berkurangnya pendapatan. "Hingga derasnya pemudik memasuki wilayah Kecamatan Tasikmalaya, telah menjadi permasalahan yang tidak sederhana," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Pemkab Tasikmalaya Kini Hadapi Dampak Sosial Ekonomi Dari Wabah Virus Corona

 

Baca : Kabupaten Tasikmalaya Zona Hijau, Danrem Tarumanagara Acungi Jempol Kepada Bupati


Meskipun demikian tambah dia, pihaknya telah menyiapkan berbagai program darurat kebencanaan, mulai dari pelayanan kesehatan yang mudah dan gratis bagi nasyarakat dengan program si Gesit 119, bantuan sembako sampai kepada pemberian pekerjaan sementara kepada masyarakat.

Lebih jauh Bupati menegaskan, untuk menyikapi masalah pemudik dari zona merah, tidak mungkin bagi Pemkab Tasikmalaya untuk memulangkan orang yang mudik ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya, kembali ke daerah perantauan apalagi ke zona merah.

Untuk itu, pihaknya sangat memperhatikan langkah strategis dan upaya antisipasi penanganan masalah akibat datangnya para pemudik ini.

"Melalui upaya promotif edukatif secara masif sampai ke desa-desa, kita berharap masyarakat memiliki pemahaman yang cukup untuk mengenali, mengantisipasi sampai memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara baik," ucapnya.

Perilaku masyarakatlah yang menjadi benteng utama dalam menghadapi penanganan dan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Sedangkan tindakan medis adalah benteng terakhir bila diperlukan.*

 

Baca : Meningkat Pasien Positif Corona di Kota Tasikmalaya Kini Menjadi Orang

Lihat : Banyak Warga Tasikmalaya Minim Pemahaman Hadapi Wabah Corona

 

 


Berita Terkait