Jangan Sampai Pandemi Corona Bergeser Jadi Bencana Kemanusiaan

Selasa, 21 April 2020 17:38 Clara Aditia Parlemen

Jangan Sampai Pandemi Corona Bergeser Jadi Bencana Kemanusiaan

 

Koropak.co.id - Bencana kesehatan yang tengah melanda negeri ini, kian hari kian meluas sebarannya. Pandemi Corona telah banyak merubah sisi kehidupan, karena analisa membuktikan, dampak dari sebaran wabah Corona tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, namun sudah berdampak pada perekonomian.

Terlebih pemberlakuan Social dan Physical Distancing yang mengharuskan masyarakat berdiam diri di rumah. Hal itu telah banyak memberikan dampak merosotnya perekonomian masyarakat.

Pun begitu dengan sektor lain seperi sektor jasa perdagangan dan kepariwisataan seperti halnya perhotelan yang harus tutup, serta pabrik-pabrik yang harus berhenti beroperasi sehingga menyebabkan ribuan karyawan dirumahkan.

 

Baca : Tiga Aspek Jadi Poin Penting Dalam Raperda Pengembangan Usaha Mikro

 

Berbincang bersama Koropak, Selasa (21/4/2020), Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Ir. Tjahja Wandawa menuturkan awalnya memang Corona hanyalah menjadi wabah yang menyerang kesehatan. Namun, Corona tidaklah seperti wabah-wabah lain mengingat dampak Corona yang sangat luar biasa sampai melumpuhkan pula perekonomian.

"Apalagi dengan adanya pemberlakuan pembatasan wilayah, pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, jelas jika dipandang dari sisi perekonomian, itu memberikan dampak negatif yang luar biasa," katanya.

 

Baca : Saatnya Cepat Tanggap di Tengah Wabah Corona Jangan Biarkan Mereka Lapar

 

Pada akhirnya, kata Tjahja, wabah Corona yang awalnya hanya menjadi bencana kesehatan, kini bergeser jadi bencana kemanusiaan. Daya beli masyarakat menurun, toko-toko tutup, hingga banyak karyawan dirumahkan.

"Solusi alternatif yang kami tawarkan, adalah membangun kembali perekonomian berbasis ketahanan keluarga. Menggalakan kembali swasembada pangan dengan menanam tanaman pangan di pekarangan rumah, contohnya cabe, tomat, wortel, dan buah-buahan," katanya.

Lebih baik lagi, kata Tjahja, jika dengan tetangga berbeda tanamannya, sehingga nantinya bisa bertukar. Yakin dengan pola demikian, ekonomi perlahan akan kembali menggeliat, meski dengan pola mikro.*

 

Lihat : Restrukturisasi keringanan kredit untuk UMKM Terdampak Corona