Akibat Pandemi Virus Corona, Mau Kemana Arah Perekonomian Kota Tasikmalaya?

Jum'at, 24 April 2020 09:00 Clara Aditia Parlemen

Akibat Pandemi Virus Corona, Mau Kemana Arah Perekonomian Kota Tasikmalaya?


Koropak.co.id - Penyebaran virus Corona atau Covid-19 sangat terasa dan memberikan dampak buruk dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Kita bisa rasakan kemerosotan finansial akibat dampak buruk Pandemi virus Corona yang terasa di beberapa sektor.

Berbincang bersama Koropak, Jumat (24/4/2020), Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Gerindra, H. Murjani, SE., MM menuturkan dampak buruk dari wabah Corona sangat luar biasa. Perekonomian anjlok, usaha-usaha menurun, akibatnya ekonomi kian sulit.

"Sektor yang bergantung pada perdagangan dan pergerakan bebas masyarakat, paling merasakan dampak buruk dari Pandemi virus Corona, seperti maskapai penerbangan, jasa pengiriman, penginapan, penyewaan kendaraan atau transportasi, lembaga keuangan seperti leasing dan usaha jasa pariwisata meliputi jalur pelayaran dan restoran," katanya.

Seperti halnya dirinya yang memiliki bisnis rental mobil dan merasakan langsung dampak buruk wabah Corona. Selama dua bulan pada Maret dan April 2020, omzet usahanya pun nol karena tidak ada orang yang sewa mobil.

"Dengan adanya penurunan lalu lintas pejalan kaki lantaran imbauan di rumah saja dan pembatasan perjalanan, turut membuat harga komoditas merosot secara signifikan," katanya.

 

Baca : Pemerintah Kota Tasikmalaya Tengah Fokus Pada Penanganan Langsung Covid 19

 

Namun demikian masih terdapat sektor yang dinilai masih defensif bahkan diuntungkan dengan kondisi saat ini yaitu sektor telekomunikasi. Ada lagi sektor konsumer menjadi sektor yang paling aman mengingat kebutuhan pokok selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan terdapat beberapa kebutuhan pokok yang tingkat permintaannya justru lebih tinggi ketimbang saat kondisi normal.

"Saya di Komisi II sangat bersentuhan langsung dengan kondisi saat ini, sering berdiskusi dengan Dinas Pangan Perikanan dan Pertanian untuk menentukan langkah-langkah strategis demi menjaga ketersediaan stok pangan jelang puasa," katanya.

Untuk itu, kata Murjani, dalam pergeseran anggaran, diharapkan anggaran untuk program-program pertanian jangan dipotong, justru ditambah sebab sangat penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.

 

Baca : Dampak Ekonomi Akibat Corona, Jaga Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya

 

Masyarakat bisa tanam jenis tanaman hidroponik seperti sayuran di pekarangan rumah karena bisa panen 18 sampai 25 hari tergantung jenis tanamannya, atau tanaman holtikultura seperti cabe dan tomat sehingga lahan pekarangan bisa dioptimalisasi dan bahkan bisa menghasilkan uang saat diharuskan menjalani masa-masa di rumah saja.

"Saya berharap kondisi saat ini tidak berlangsung berkepanjangan sehingga kondisi ekonomi secara keseluruhan bisa segera dilakukan pemulihan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi kita 2020 tidak terlalu jeblok walau ada penurunan dari 2019. Saya optimis perekonomian Kota Tasikmalaya masih bisa tumbuh 3 sampai 4 pesen jika Mei 2020 ini Corona sudah bisa teratasi," katanya.

 

Baca : Jaring Pengaman Sosial Bantu Masyarakat Terdampak Corona

 

Namun andaikata berkepanjangan, maka pertumbuhan perekonomian bisa minus atau maksimal di angka 2 persen.

"Ya masih bisa tumbuh walaupun tidak sebaik di 2019 diangka 5,9 persen. Dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, beberapa lembaga mengatakan sekitar 2 sampai 3 persen bisa minus jika Pandemi virus Corona berkepanjangan. Kelesuan ekonomi yang saat ini terjadi, seiring banyaknya karyawan yang dirumahkan, banyak sektor industri perdagangan berhenti sehingga menyebabkan daya beli menurun disebabkan masyarakat tidak memiliki cadangan keuangan yang cukup," katanya.*

 

Baca : Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Tidak Bisa Dilakukan Bersama

 


Berita Terkait