Saat Pandemi Corona, Penyelenggaraan Salat Tarawih Harus Sesuai Fatwa MUI

Jum'at, 24 April 2020 23:23 Eris Kuswara Daerah

Saat Pandemi Corona, Penyelenggaraan Salat Tarawih Harus Sesuai Fatwa MUI

 

Koropak.co.id - Terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan amalan di bulan Ramadan, baik yang bersifat fardu, wajib dan sunnah sesuai dengan nomenklatur agama yaitu harus ada peningkatan baik itu dari segi kualitas maupun kuantitas ibadah.

Demikian disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH. Aminudin Bustomi saat berbincang bersama Koropak di Masjid Agung Tasikmalaya, Jumat (24/4/2020).

"Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa dan hal yang menjadi acuan berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah salat tarawih dan lainnya selama Ramadan di Kota Tasikmalaya untuk regulasinya mengacu kepada fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tertanggal 16 Maret 2020 menyebutkan penyelenggaraan ibadah disesuaikan dengan kondisi daerah," kata Aminudin.

Ditambahkan Aminudin, hingga saat ini upaya maksimal secara medical terus dilakukan para tenaga medis serta orang yang kompeten dalam bidangnya. Termasuk dalam momentum Ramadan ini juga harus memaksimalkan pula ikhtiar secara spiritual agar terjadi keseimbangan antara dunia dan akhirat.

"Salat tarawih di Masjid Agung Tasikmalaya maupun di masjid-masjid daerah masih berjalan seperti biasanya, namun mengikuti protokol kesehatan yang berlaku seperti pembatasan jarak antar jemaah yang beribadah," ucapnya.

Aminudin menuturkan, sementara untuk ibadah salat Jumat di Masjid Agung Tasikmalaya dilakukan secara terbatas dan diperuntukkan bagi petugas masjid dan masyarakat sekitar masjid saja. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan ikhtiar batin, meskipun sampai hari ini yang terjangkit virus Covid-19 itu kebanyakan dari luar klaster masjid.

 

Baca : MUI Kota Tasikmalaya Akan Ikuti Anjuran Pemerintah

 

 

Saat Pandemi Corona, Penyelenggaraan Salat Tarawih Harus Sesuai Fatwa MUI

 

Baca : Tidak Ada Larangan Salat, Hanya Jarak Dibatasi Antar Jemaah

Sementara itu, Pengunjung Masjid Agung Tasikmalaya, Hima Rismayanti menuturkan, Pandemi Virus Corona yang terjadi saat ini tentunya sangat mempengaruhi faktor perekonomian hingga beribadah juga turut terganggu dikarenakan berbagai aturan yang berlaku dan membuat tidak leluasa. Terutama, menyambut bulan Ramadan 1441 Hijriah pun membuatnya kurang berkesan.

"Imbauan pemerintah mengenai memakai masker, jaga jarak dan lainnya, menurut saya masih kurang efektif. Faktanya hingga saat ini masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak patuh, membandel bahkan terkesan acuh. Sehingga untuk memberikan efek jera, mungkin harus ada tindakan dan peraturan yang lebih tegas dari pemerintah daerah seperti salah satunya dengan memberikan denda bagi yang melanggar," tutur Hima.*

 

Lihat : Walikota Tasikmalaya: Mari Bersama Putus Mata Rantai Sebaran Covid 19

 

 


Berita Terkait