Karut Marut Data Bansos Covid-19, Ketua RT Dan RW Jadi Sasaran Warga

Jum'at, 01 Mei 2020 03:57 Erni Nur'aeni Parlemen

Karut Marut Data Bansos Covid-19, Ketua RT Dan RW Jadi Sasaran Warga

 

Koropak.co.id - Bantuan sosial akibat wabah virus corona (Covid-19) menjadi polemik di masyarakat karena masih banyak data yang kurang valid, untuk hal itu Forum Silaturahmi RT/RW (Forsil) Kota Tasikmalaya ke Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020). Mereka menyampaikan aspirasi atas fakta yang terjadi di lapangan.

Ketua Forsil, Dede Sukmajaya mengatakan, masih banyak data yang tumpang tindih sehingga menjadi kekisruhan di masyarakat. Bahkan dalam pendistribusian bantuan kurang tepat sasaran, salah satunya adalah terdapat warga penerima PKH tercatat dalam data penerima bantuan sosial covid-19.

"Kami ingin mencari akar permasalahan yang sebenarnya. Data yang berasal dari pemerintah sebagian ada yang tidak benar. Beberapa warga penerima bantuan sosial Covid-19 sudah mendapatkan PKH dan BPNT sedangkan pengajuan data dari RT/RW belum ada. Alhasil RT dan RW menjadi sasaran empuk cacian masyarakat," ujarnya.

Forsil mempertanyakan kepada Dewan serta Dinas Sosial terkait validitas data yang digunakan, sedangkan RT dan RW tidak pernah dilibatkan. "Kita tidak pernah dilibat padahal yang mempunyai data dan mengetahui masyarakat adalah RT dan RW," terang Dede.

 

Koropak.co.id - Karut Marut Data Bansos Covid-19, Ketua RT Dan RW Jadi Sasaran Warga

 

Baca : Bantuan Jaring Pengaman Sosial Provinsi Jabar Jadi Polemik di Kota Tasikmalaya 

 

Sementara itu, Ketua RT 07 Linggajaya Mangkubumi kota Tasikmalaya, Dani Safari Efendi menegaskan, dalam surat keputusan yang diedarkan oleh Walikota Tasikmalaya, bahwa gugus tugas melibatkan seluruh unsur termasuk RT dan RW.

Namun meskipun dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa RT/RW dilibatkan dalam gugus tugas penanganan Covid-19, tetapi faktanya sampai saat ini belum terbukti," kata Dani.

Apalagi kalau berbicara soal kelengkapan peralatan seperti masker, handsanitizer, sarung tangan dan cairan disinfektan, semuanya belum pernah diterima. Intinya, RT/RW tidak diberi alat pelindung diri.

Forsil juga meminta, agar RT dan RW diberikan kesempatan untuk melakukan pendataan penerima bantuan, agar tidak salah sasaran," ucapnya.*

 

Baca : Penyaluran Bantuan Sosial Dampak Covid-19, Harus Melibatkan RT Dan RW