Kerap Ricuh, RT / RW Akan Dilibatkan Dalam Pendataan Penerima Bansos

Jum'at, 01 Mei 2020 07:41 Erni Nur'aeni Daerah

Kerap Ricuh, RT / RW Akan Dilibatkan Dalam Pendataan Penerima Bansos


koropak.co.id - Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Nana Rosadi mengatakan, data yang digunakan dalam pendistribusian bantuan sosial Provinsi Jawa Barat di Kota Tasikmalaya tempo hari lalu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non-DTKS. Namun pada akhirnya data tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat sehingga terjadi kericuhan.

"Di dalamnya terdapat beberapa data yang tidak terbarukan, seperti masih ada calon penerima bantuan yang telah meninggal, NIK ganda dan lainnya. Bahkan terdapat data tahun 2013 dan 2011 padahal updating data Badan Pusat Statistik (BPS) dilakukan pada tahun 2015. Hal tersebut yang memicu kericuhan. Data kita sudah terupdate tahun 2019, tadinya kita mau sepadankan dulu agar tidak menjadi ribut," ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Kerap Ricuh, RT  RW Akan Dilibatkan Dalam Pendataan Penerima Bansos

 

 

Baca : Karut Marut Data Bansos Covid-19, Ketua RT Dan RW Jadi Sasaran Warga


Permasalahan ini terang dia, menjadi PR besar sehingga bagaimana ke depan, bantuan sosial itu benar-benar tepat sasaran. Dalam hal ini tentunya semua harus bekerjasama agar terselesaikan dengan baik. Maka RT dan RW harus dilibatkan dan berlaku netral, agar orang yang menerima sesuai dengan data yang diberikan dan layak," tutur Nana, seusai berdiskusi dengan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya bersama Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020).

Disebutkan, penyebaran pandemi corona (Covid-19) sudah menginjak dua bulan dan masih banyak masyarakat belum menerima bantuan karena terjadi beberapa kendala, seperti diantaranya data penerima bantuan kurang akurat. *

 

Baca : Penyaluran Bantuan Sosial Dampak Covid-19, Harus Melibatkan RT Dan RW


Berita Terkait