Masih Banyak Warga Tak Patuh, Pemkot Tasikmalaya Evaluasi PSBB

Selasa, 12 Mei 2020 20:03 Eris Kuswara Daerah

Masih Banyak Warga Tak Patuh, Pemkot Tasikmalaya Evaluasi PSBB


Koropak.co.id - Setelah beberapa hari pelaksanaan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 3 Kecamatan di wilayah Kota Tasikmalaya, yakni Kecamatan Tawang, Cihideung dan Cipedes, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya masih menemukan adanya pelanggaran oleh masyarakat.

Pelanggaran yang banyak dilakukan masyarakat tersebut terutama adalah, masih banyak ditemukannya masyarakat yang tidak menggunakan masker saat mereka keluar rumah. Kemudian menggunakan kendaraan roda dua untuk berboncengan dan posisi duduk yang berdempetan dalam kendaraan roda empat.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman mengatakan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah melakukan evaluasi secara utuh pada hari Senin (11/5/2020). Dan selama empat hari ini, pemberlakuan PSBB relatif berjalan lancar serta trend pelanggaran berdasarkan laporan dari setiap posko, mengalami penurunan.

 

Baca : Bantuan Sosial Pemkot Tasikmalaya Untuk 17.590 KK, Cair Dalam Tiga Tahap


"Kesadaran kolektif dari masyarakat selama masa pemberlakukan PSBB ini sangatlah vital untuk percepatan memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebab jumlah petugas yang berjaga di 45 posko PSBB sangat terbatas yakni 500 personel. Mereka harus mengawasi mobilisasi penduduk Kota Tasikmalaya yang berjumlah sekitar 700 ribu jiwa," kata Walikota setelah menghadiri video conference di Balekota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2020)

Sementara itu terang dia, untuk pengaturan kendaraan juga akan ada toleransinya. Seperti untuk pengendara roda dua, mereka boleh membonceng penumpang selama tujuan atau alamat yang ditujunya sama.

“Alamat pada KTP pengendaranya sama, artinya mereka itu anggota keluarga sehingga masih diperbolehkan. Kemarin sempat viral jika suami istri tidak boleh boncengan dan duduk harus pindah kursi. Padahal logikanya ketika di rumah saja suami istri itu kan tidur bersama. Persoalannya akan lain kalau di KTP itu alamatnya berbeda, maka harus turun,” ucapnya.

 

Baca : Lima Hari PSSB, Kasus Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Mereda

 

Lebih lanjut Walikota menyebutkan, selama empat hari terakhir ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, tidak mengalami penambahan, yakni tetap pada angka 31 orang. Adapun untuk penambahan satu pasien positif Covid-19 itu terjadi sebelum PSBB diberlakukan.

“Alhamdulillah untuk jumlah pasien positif hingga kini tidak ada penambahan. Tetapi yang menjadi kekhawatiran kami saat ini adalah, mulai dioperasikannya kembali angkutan umum sesuai dengan kebijakan pusat. Karena, meskipun tidak boleh mudik, manusia itu ada saja caranya untuk tetap bisa mudik dan mengelabui para petugas," ujarnya.

Ditambahkan, ketegasan tim gugus di lapangan, untuk saat ini sangat dibutuhkan dalam menekan risiko peningkatan angka Covid-19 khususnya di Kota Tasikmalaya.

“Meskipun angkutan boleh beroperasi dan mudik tidak boleh, namun kenyataan di lapangan tidak sesederhana itu. Masih ada saja ditemukannya pelanggaran. Prinsip masyarakat hari ini adalah bagaimana mereka bisa pulang meskipun harus melalui celah lain atau jalur tikus," katanya.*

 

Lihat : Wabah Corona Memakan Korban Ribuan Karyawan Dirumahkan