Berniat Mendatangi Paranormal Galunggung, Malah Dibekuk Polisi

Rabu, 13 Mei 2020 21:21 D. Farhan Kamil Daerah

Berniat Mendatangi Paranormal Galunggung, Malah Dibekuk Polisi

 


Koropak.co.id - Di tengah-tengah wabah Covid-19, anggota Polres Tasikmalaya berhasil membekuk empat pelaku pembawa puluhan ribu lembar uang palsu saat operasi ketupat Lodaya dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di check point Jalan Raya Cikunir Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/5/2020) malam.

Penangkapan para pelaku ini berawal ketiga petugas Kepolisian melaksanakan operasi Ketupat Lodaya dan penyekatan kendaraan di check point Cikunir dalam rangka PSBB.

"Saat melintas mobil Kijang Super bernopol F 1763 AQ, kita langsung menaruh curiga jika penumpang di dalam kendaraan itu hendak mudik. Kita hentikan dan kita periksa identitas dua orang di dalamnya, ternyata mereka orang luar daerah dengan KTP Jakarta dan Cianjur, yakni MD warga Kemayoran Jakarta dan MS warga Cijenang Cianjur," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana SIK, Rabu (13/5/2020).

Tidak sampai di situ, pemeriksaan berlanjut ke barang bawaan dimana petugas melihat dua tas. "Kita minta pemilik tas membukanya dan ternyata isinya adalah lembaran uang kertas pecahan Rp 100 ribu dengan jumlah sangat banyak dan diikat dengan karet. Kita mencurigai jika uang tersebut adalah uang palsu. Untuk pemeriksaan lebih lanjut kita koordinasi dengan pihak Bank Indonesia dan kasusnya didalami Satreskrim," tutur Hendria.

 

Koropak.co.id - Berniat Mendatangi Paranormal Galunggung, Malah Dibekuk Polisi

 

Baca : Jutaan Uang Palsu Dimusnahkan Kejari Kabupaten Tasikmalaya

 

Dengan penangkapan kedua orang ini pula kata Hendria, tanpa harus menunggu lama, dua orang lainnya berhasil ditangkap jajaran Reskrim Polres Tasikmalaya. Mereka adalah NF warga Tamansari Jakarta Barat dan JU warga Pamulang Kabupaten Tangerang Selatan.

"Dari pengakuan MD dan MS, mereka datang ke Tasikmalaya dengan tujuan untuk menemui salah seorang paranormal di daerah Galunggung Kabupaten Tasikmalaya dengan maksud menyempurnakan uang palsu tersebut dengan jumlah 29.600 lembar, menjadi uang asli. Keterangan mereka juga menyebutkan belum sempat mengedarkan uang tersebut. Kita masih akan terus dalami kasus ini untuk mengetahui bagaimana dan dari mana mereka mendapat uang palsu dengan jumlah banyak," ujar Hendria.

Ditambahkan, keempat pelaku penyimpan uang palsu ini dijerat pasal 36 ayat 2 juncto pasal 26 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar.*


Berita Terkait