Bank Indonesia Pastikan Uang Lembaran Rp 100 Ribuan, Palsu

Rabu, 13 Mei 2020 23:45 D. Farhan Kamil Daerah

Bank Indonesia Pastikan Uang Lembaran Rp 100 Ribuan, Palsu

 

Koropak.co.id - Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptadji mengaku sangat mengapresiasi kepada jajaran Polres Tasikmalaya yang sejak dini mampu mendeteksi keberadaan uang palsu, sebelum beredar di tengah-tengah masyarakat.

Ia menegaskan, analisis tingkat keaslian dari barang bukti yang ada, bahwa barang bukti pecahan uang kertas yang diduga palsu ini tidak memiliki ciri-ciri keaslian uang Rupiah. Hal ini tercermin yang pertama dari kualitas hasil cetaknya yang tidak meng-cover security system yang ada, yaitu cetak intaglio atau cetak timbul.

Yang kedua dari security antar muka belakang dan depan/rectoverso. Dimana lambang Bank Indonesia dalam kertas tersebut tidak saling mengisi.

"Berikutnya adalah uang palsu tersebut dibuat dengan bahan kertas biasa. Sedangkan uang kertas asli dibuat dari serat kapas," ujarnya.

Dari kejadian tersebut, ia mengaku sangat prihatin. Karena di tengah impitan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat akibat Covid-19 saat ini, masih saja ada pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan dengan menimbun atau menyimpan uang yang palsu seperti ini. Maka pada kasus ini, pihaknya berharap aparat penegak hukum (APH) dapat mengusut dan menindak tegas pelaku penyimpan uang palsu.

 

Koropak.co.id - Bank Indonesia Pastikan Uang Lembaran Rp 100 Ribuan, Palsu

 

Baca : Banyak Beredar Uang Palsu, GenBI Ingatkan Masyarakat Waspada


Dalam konteks ini kata dia, pihaknya di BI menerapkan pentingnya kontrol sosial dari masyarakat. Maka edukasi secara rutin terus dilakukan agar masyarakat semakin tahu bagaimana memilah dan mengetahui uang asli dan uang yang palsu atau tidak asli.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan, dari perjalanan yang ada sampai dengan tahun 2019 terakhir kemarin, tren peredaran uang palsu di masyarakat sudah berkecenderungan menurun.

"Inilah pentingnya pengetahuan tentang 3D untuk meminimalisir peredaran uang palsu. Yakni dilihat kualitas, diraba apakah ada cetak timbulnya dan diterawang sekuritas sistem logo BI. Setelah tahapan 3D dilakukan, maka kalau kurang bagus atau meragukan, silahkan melaporkan ke perbankan dan BI atau kepada pihak Kepolisian," katanya.*

 

Baca : Berniat Mendatangi Paranormal Galunggung, Malah Dibekuk Polisi


Berita Terkait