Kegelisahan KPM Pemilik Rekening Saldo Nol Rupiah Mulai Terurai

Jum'at, 15 Mei 2020 05:34 D. Farhan Kamil Daerah

Kegelisahan KPM Pemilik Rekening Saldo Nol Rupiah Mulai Terurai

 

Koropak.co.id - Kegelisahan keluarga penerima manfaat (KPM) program Bantuan Sembako Pangan (BSP), atau umum dikenal Bantun Pangan Non Tunai (BPNT) yang mendapat saldo nol rupiah, mulai tercerahkan. Dari sekitar 33 ribu KPM yang mengalami kasus tersebut, 50 persennya sudah siap dilakukan pencairan oleh pihak BRI. Bahkan untuk sisanya Pemkab Tasikmalaya memastikan hak KPM berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kabupaten Tasikmalaya, terbayarkan sebelum hari raya Iedul Fitri 1441 Hijriah ini.

Sebelumnya, 33 ribu KPM dari total 124 ribu KPM di Kabupaten Tasikmalaya, kecewa besar ketika mereka hendak mencairkan BSP di e-warong, namun saldo di rekening nol rupiah alias kosong. Kasus tersebut diadukan kepada pihak BRI melalui TKSK dan Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
Atas kekecewaan itu, KPM BPNT senilai Rp 200.000 per bulan, mengadukan nasibnya ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), bahkan tidak sedikit dari mereka menyalahkan TKSK dan juga Dinas Sosial.

"Sejatinya agenda hari ini adalah dengar pendapat antara Pemkab Tasikmalaya, Forum TKSK Kabupaten Tasikmalaya dengan mengundang langsung pihak manajemen BRI. Kami ingin tabayun untuk mengetahui inti permasalahan sehingga saldo rekening KPM mengalami nol. Sayangnya pihak BRI tidak mengindahkan undangan acara tersebut dan tentunya kami kecewa," kata Sekretaris Forum TKSK Kabupaten Tasikmalaya, Koko Komara, seusai rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, Roni Syahroni di gedung Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/5/2020).

"Alhamdulillah barusan kami mendengar langsung dari pihak BRI bahwa mereka sudah menempuh langkah-langkah yang hasilnya untuk sekitar 16 ribu KPM sudah siap. Artimya tinggal pencairan. Adapun sisanya masih dalam proses. Kami Pemkab Tasikmalaya akan terus mengawal dan memastikan seluruh hak KPM yang sudah terdaftar dalam DTKS terpenuhi sebelum Idul Fitri," kata Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Mohamad Zen, seusai rapat tertutup dengan pihak BRI Singaparna dan Tasikmalaya bersama Forum TKSK Kabupaten Tasikmalaya, di ruang rapat Wakil Bupati, Kamis (14/5/2020).

Selama proses yang dilakukan pihak BRI kata Zen, pihaknya akan terus menindak lanjuti langkah-langkah strategis untuk mengurai persoalan-persoalan substantif yang kerap terjadi dalam pelaksanaan program bantuan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya.

 

 

Koropak.co.id - Kegelisahan KPM Pemilik Rekening Saldo Nol Rupiah Mulai Terurai

 

 

"Besok (Jumat, 15 Mei 2020) kami tegaskan kepada pihak BRI agar menyerahkan data bayar dan data transaksi secara utuh kepada kami. Dengan data tersebut kami bisa mengetahui dimana letak masalah yang sebenarnya, termasuk mengecek apakah KPM sudah aman atau belum, tanpa harus turun ke setiap e-warong," ujarnya.

Dengan data itu pula terang Zen, pihaknya dapat mendeteksi lebih dini apakah anggaran sudah turun dari pemerintah pusat ke BRI yang berperan sebagai bank penyalur. "Jika anggaran belum turun ke bank sedangkan sudah masuk jadwal pencairan untuk KPM, maka kami bantu laporan ke Kementerian Sosial," tambahnya.

Intinya terang dia, DTKS adalah data prinsip warga miskin di level paling rendah yang harus benar-benar dikawal secara serius. "124 ribu KPM itu bukan jumlah kecil," ucapnya.

Lebih lanjut Zen mengatakan, sesuai arahan KPK, Pemkab Tasikmalaya akan melakukan pemutakhiran data kemiskinan secara utuh dan dibuatkan sebuah sistem data yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Maka ini kesempatan terbaik dimana pemerintah telah membentuk RT Siaga Covid-19 yang salah satunya adalah mendata warga yang benar-benar membutuhkan bantuan," kata Zen.*

 

Baca : Puluhan Ribu Penerima Bantuan Sembako Pangan di Kabupaten Tasikmalaya Kecewa