Primajasa Tak Ingin Jadi Media Pemicu Penyebaran Covid-19

Senin, 25 Mei 2020 16:54 D. Farhan Kamil Daerah

Primajasa Tak Ingin Jadi Media Pemicu Penyebaran Covid-19


Koropak.co.id - Salah seorang pengusaha operator jasa transportasi yang juga Owner PT Primajasa Group H. Amir Mahpud mengatkan, selama 2 bulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, pihaknya terpaksa harus mengandangkan ribuan armada bus Primajasa yang melayani berbagai rute trayek di 3 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, di pool.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan atas upaya dan langkah pemerintah dalam penerapan kebijakan PSBB untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Group Primajasa tidak mengoperasikan armada busnya selama kebijakan PSBB. Primajasa lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Saya tidak mau mengambil risiko menyebarnya virus Covid-19 ini, Primajasa justru ingin membantu pemerintah menanggulangi wabah ini. Jadi Primajasa mendukung pemerintah dalam penerapan PSBB,” ungkap H. Amir.

 

Baca : Kebijakan PSBB di Jawa Barat Untuk Kepentingan Bersama

 

Di tambahkan, pihaknya juga secara moral tidak mau dianggap punya andil dan menjadi trigger penyebaran Covid-19 melalui mobilitas warga dari wilayah yang dianggap zona merah ke berbagai daerah lain di rute yang bus Primajasa layani. Meskipun ada indikasi relaksasi moda transportasi, Primajasa lebih memilih untuk tidak beroperasi.

“Primajasa lebih peduli melindungi masyarakat agar tidak terpapar virus Covid-19 daripada memaksakan diri beroperasi dan sekedar mengejar keuntungan bisnis semata. Biarlah Primajasa kehilangan pendapatan dan potensi keuntungan perusahaan di suasana high session seperti lebaran ini. Sekali lagi, bagi kami keselamatan masyarakat lebih diutamakan” tuturnya.

Meskipun demikian, Ia berharap pemerintah memikirkan secara matang dan komprehensif dalam memutuskan kebijakan layanan jasa transportasi ini, tanpa harus berbenturan dengan kebijakan PSBB dan skema protokol kesehatan dalam menanggulangi wabah Covid-19.

 

Baca : Jaring Pengaman Sosial Ala Primajasa-Mayasari Peduli Lebih Ditingkatkan

 

Sementara itu, Pengamat Transportasi Indonesia Priangan Timur Nandang Najid menyoroti keberpihakan pemerintah terhadap para pengusaha operator jasa transportasi.

Bagaimanapun menurut Nandang , perusahaan jasa transportasi itu merupakan perusahaan yang padat modal dan padat karya yang didalamnya ada ribuan karyawan.

“Semestinya pemerintah tidak hanya memikirkan dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 ini kepada masyarakat secara umum, sebaiknya sentuh dan ajak bicara para pengusaha jasa transportasi ini," ujarnya.

Menurutnya, seyogyanya pemerintah mengkaji secara mendalam, dan memikirkan adanya kebijakan insentif dan kompensasi kepada seluruh perusahaan transportasi. Karena bagaimanapun, dalam situasi normal mereka adalah pihak yang membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan layanan transportasi masal yang tidak sepenuhnya bisa disediakan oleh pemerintah.*

 

Baca : Kebijakan Pemerintahan Terkait PSBB Dianggap Tidak Konsisten