Semua Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Adalah Impor

Senin, 25 Mei 2020 22:26 D. Farhan Kamil Daerah

Semua Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Adalah Impor

 


Koropak.co.id - Setelah berjibaku merawat dua pasien positif Covid-19, kemudian memulangkan keduanya setelah dinyatakan sembuh (zero Covid-19) berdasarkan uji klinis, RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya saat ini masih merawat dua orang pasien positif Covid-19 berdasarkan tes PCR.

Kedua pasien yang kini masih dirawat di ruang isolasi Uhud ini, merupakan pasien impor yang datang dari zona merah. Antara lain R (20) pria warga Kecamatan Sariwangi dan H (31) pria warga Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya.

Diketahui, R ini bekerja di Percetakan Kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Pasien memilih pulang kampung Ke Tasikmalaya dengan menggunakan Sepeda Motor jelang Lebaran.

Padahal pria ini sempat menjalani pemeriksan Swab/tes PCR di Jakarta tanggal 17 Mei 2020 lalu, dengan hasil positif Covid-19. Dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta memintanya masuk Rumah sakit Darurat wisma atlit untuk penanganan Covid-19, namun pasien menolak karena sudah terlanjur melakukan setengah perjalanan mudik.

"Pria ini berhasil dievakuasi ke ruang Isolasi Uhud RSUD SMC oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat dirinya melintas di Jalan Raya Salawu, pada 20 Mei 2020 lalu," kata Direktur RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, dr. Iman Firmansyah melalui Kasie Pelayanan Medik RSUD SMC, dr. Adi Widodo, Senin (25/5/2020).

 

Koropak.co.id - Semua Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Adalah Impor


Baca : Lagi, RSUD SMC Lepas Kepulangan Pasien Kedua Sembuh Dari Covid-19


Sementara itu terang Adi, satu pasien lainnya adalah H (31) warga Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. "Ia merupakan rujukan swab PCR dari Dinas Kesehatan Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pasien Pulang kampung ke Tasikmalaya sebelum hasil swab keluar. Ia RSUD SMC pada tanggal 23 Mei 2020," ujar Adi.

Dari total 4 orang pasien positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab terang Adi, seluruhnya merupakan impor dari daerah pandemi Covid-19 red zone (zona merah).

"1 dari Bandung, 2 dari Jakarta dan terakhir 1 pasien dari NTB," ucapnya.

Ditambahkan, itulah pentingnya mentaati anjuran pemerintah yang melarang mudik.*

 

Baca : Primajasa Tak Ingin Menjaadi Media Pemicu Penyebaran Covid-19