Aroma Sampah Menyengat, Menyumbang Polusi Udara Kabupaten Tasikmalaya

Rabu, 27 Mei 2020 00:44 D. Farhan Kamil Daerah

Aroma Sampah Menyengat, Menyumbang Polusi Udara Kabupaten Tasikmalaya


Koropak.co.id - Hari kedua lebaran Idulfitri 1441 Hijriah, sejumlah ruas jalan di jantung Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di wilayah Singaparna, dihiasi tumpukan sampah. Selain merusak estetika wajah perkotaan, dari tumpukan sampah tersebut mengeluarkan bau menyengat menciptakan polusi udara.

Karenanya, warga sekitar mengeluhkan keberadaan sampah tersebut yang hingga kini dibiarkan menumpuk sejak beberapa hari lalu sebelum lebaran. Padahal, biasanya diangkut dan dibersihkan setiap Hari Senin.

“Gak tau kenapa kok belum ada truk pengangkut sampah. Padahal rutinnya itu tiap hari Senin. Saya sih menduga kalau petugasnya masih libur, “ kata Mimin (40) warga Cikiray Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/5/2020).

 

Baca : Persoalan Sampah Bikin Berat Bagi Kabupaten Tasikmalaya Melangkah Maju

 

Menurutnya, sampah-sampah tersebut berasal dari rumah tangga warga sekitar yang sudah biasa membuang dan mengumpulkannya di titik tersebut. Tepatnya di pinggir jalan provinsi.

“Di sini tidak ada tempat pembuangan sampah khusus. Sehingga warga mengumpulkannya di sini," ujar Mimin.

Hal senada diutarakan Endang (43). Ia khawatir selain telah membuat polusi udara, tumpukan sampah itu mengundang nyamuk berbahaya bersarang dan bekembang biak.

"Apalagi saat ini lagi musim DBD, pemerintah diharapkan segera beraksi dan membersihkan sampah-sampah tersebut," kata Endang.

 

Baca : Ada Sampah Menumpuk Hubungi Saja Call Center Jemput Sampah

 

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya, Endang Sahrudin menuturkan, penangkutan sampah berjalan normal seperti hari biasa termasuk paska lebaran. Tumpukan sampah yang ada dibeberapa titik, kata Endang, bisa karena paska pengangkutan, masih ada warga yang membuang sampah di titik tersebut.

“Pangangkutan sampah tetap berjalan alias tidak ada libur. Mungkin itu hanya yang tersisa saja, artinya setelah pengangkutan, ada warga yang membuang sampah di situ,“ kata Endang.*

 

Baca : Sentuhan Kreativitas Menyulap Limbah Kertas Jadi Buah Tangan Cantik

 


Berita Terkait