Menyambut Para Santri, Bupati Tasikmalaya Terapkan Trilogi Kareugreugan

Jum'at, 29 Mei 2020 07:27 D. Farhan Kamil Daerah

Menyambut Para Santri, Bupati Tasikmalaya Terapkan Trilogi Kareugreugan

 

Koropak.co.id - Jelang tatanan normal baru (New Normal) dalam kehidupan masyarakat yang akan ditetapkan per tanggal 1 Juni 2020 khususnya di Provinsi Jawa Barat, dan menyambut kedatangan puluhan ribu santri ke sekitar 605 pondok pesantren aktif yang ada di Kabupaten Tasikmalaya pasca habisnya masa libur lebaran, Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto mengaku telah merancang konsep pendekatan substantif penerapan pola keamanan, ketentraman dan ketenangan di tengah kewaspadaan dari ancaman pandemi Covid-19.

Konsep tersebut, mengemuka saat dirinya menyambangi sesepuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Kamis (28/5/2020).

Di hadapan Pengasuh Pontren Miftahul Huda Manonjaya, KH. Abdul Aziz Affandi, Bupati menegaskan jika Pemkab Tasikmalaya menginginkan satu suasana atau iklim baru yang nyaman dan kondusif baik bagi santri dan masyarakat yang dikemas dalam satu konsep. Ia menyebutnya trilogi kareugreugan (Safety Trilogi).

Trilogi tersebut mengandung arti reugreug untuk pesantren, lingkungan pesanteren (masyarakat) dan reugreug untuk orang tua santri. Artinya, kedatangan santri-santri untuk menimba ilmu agama itu tidak menciptakan persoalan kesehatan baru di pesantren dan lingkungannya, sehingga kondisi ini memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pesantren, lingkungan dan juga orang tua yang memesantrenkan anak-anaknya

"Konsep ini tidak bisa dijalankan sendiri, tetapi butuh kerjasama harmoni antara pemerintah dalam hal ini tim Gugus Tugas Covid-19, pihak pesantren bahkan santri itu sendiri dan masyarakat yang ada di lingkungan pesantren," tutur Ade.

 

Baca : GP Ansor Soroti KBM di Kabupaten Tasikmalaya Pasca Pandemi Covid-19

 

Tahap pertama, adalah menyiapkan tim khusus pemeriksaan kesehatan dan keamanan para santri yang baru datang dari daerah-daerah di Nusantara termasuk dari zona merah yang ditempatkan di seluruh pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Langkah kedua adalah memastikan seluruh pesantren menjalankan seluruh aktivitas pendidikan terhadap para santrinya dengan menjalankan protokol kesehatan.

Dan terakhir adalah, membentuk pesantren siaga atau santri siaga dengan melibatkan tim kesehatan pesantren, Gugus Tugas Covid-19 dari mulai RT siaga hingga gugus tugas desa, termasuk sigesit 119.

Menanggapi konsep Trilogi Kareugreugan, pengasuh salah satu pondok pesantren di Desa Rancapaku Kecamatan Padakembang sekaligus Ketua DMI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Saeful Anwar, mengaku reugreug dan menyambut baik apa yang telah direncanakan bupati.

Ia juga berharap, meskipun akan disiapkan tim kesehatan di pesantren-pesantren dalam menyambut kedatangan para santri, perlu ada penguatan aturan dari pemerintah setempat dimana para santri yang akan masuk ke Kabupaten Tasikmalaya terutama dari zona merah, membawa hasil pemeriksaan medis minimal rapid test (RDT).

"selanjutnya, karena di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya ini sudah memiliki Tes Cepat Molekuker (TCM), sebaiknya secara bertahap, para santri dilakukan pemeriksaan swab melalui TCM," kata KH. Dede. Seraya menyebutkan, mudah-mudahan Perbup Tata New Normal segera keluar.*


Baca : Semua Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Adalah Impor