DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Kesimpangsiuran Data Jumlah PJU

Jum'at, 29 Mei 2020 19:51 Eris Kuswara Parlemen

DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Kesimpangsiuran Data Jumlah PJU

 

 

Koropak.co.id - DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tasikmalaya, diikuti pihak Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (28/5/2020).

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi SE mengatakan, jika dilihat dari sisi pencapaian indikator kinerja Dinas Perhubungan, sejauh ini sudah sangat bagus, apalagi dinas tersebut mendapatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) A.

"Capaian prestasi kinerja itu tentunya patut diapresiasi. Bahkan ada beberapa OPD juga yang turut mendapatkan nilai SAKIP bagus, meskipun secara umum, nilai SAKIP untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya, masih di posisi BB," kata Andi.

Menurut Andi, terdapat beberapa catatan Pansus yang berhubungan dengan perbaikan kinerja Dishub untuk ke depannya. Salah satunya berkaitan dengan konsolidasi data penerangan jalan umum (PJU) yang dimiliki Dishub dan PLN dengan munculnya tagihan-tagihan baru.

"Kami akan segera menyampaikan rekomendasi agar dilakukan konsolidasi data antara Dishub dengan PLN yang berkaitan dengan jumlah PJU yang ada di Kota Tasikmalaya. Karena, hal itu berkolerasi terhadap tagihan PJU. Mungkin dalam waktu dekat ini juga, Komisi II dan III DPRD Kota Tasikmalaya akan berkoordinasi untuk membahas masalah PJU tersebut," ujarnya.

 

 Koropak.co.id - DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Kesimpangsiuran Data Jumlah PJU

 

 

Baca : Pansus DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Berbagai Kegiatan di Sejumlah Dinas

 

Catatan kedua lanjut Andi, berkaitan dengan bagaimana pengelolaan manajemen retribusi parkir. DPRD Kota Tasikmalaya mendorong agar Dishub bisa lebih progresif dalam melakukan optimalisasi pendapatan dari retribusi parkir untuk ke depannya.

"Dalam hal ini, kami kira manajemen parkir sudah dilakukan secara maksimal oleh Dishub. Bahkan mereka juga masih terbuka terkait bagaimana nanti formulasi masalah retribusi parkir yang disesuaikan dengan teknologi terbaru, salah satunya memakai aplikasi mesin portable," tutur Andi.

Ditambahkan, dari sektor retribusi parkir ini masih bisa memungkinkan adanya peningkatan PAD dari Retribusi Parkir.*

 

Lihat : Dewan Soroti Berbagai Permasalahan Klasik Kota Tasikmalaya