DPRD Kota Tasikmalaya Pertanyakan Miliaran Rupiah Untuk Masker

Sabtu, 30 Mei 2020 15:41 Eris Kuswara Parlemen

DPRD Kota Tasikmalaya Pertanyakan Miliaran Rupiah Untuk Masker

 

Koropak.co.id - Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja bersama BPBD Kota Tasikmalaya, di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (29/5/2020). Dalam rapat tersebut, Komisi IV meminta transparansi BPBD dalam mengalokasikan anggaran selama penanganan Covid-19.

Dalam sorotan Komisi IV, BPBD ini menjadi satu-satunya OPD yang menghabiskan anggaran terbesar dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tasikmalaya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muhammad Muharram mengatakan, berdasarkan laporan dari BPBD, tercatat sampai saat ini sudah menyerap anggaran hingga Rp 6,3 milyar. Sehingga, pihaknya meminta data rincian alokasi anggaran secara tertulis.

"Maksudnya agar lebih transparan dan akuntabel. Hal tersebut dikarenakan anggaran yang terpakai cukup signifikan dan besar. Seperti yang sudah dilaporkan, untuk anggaran makan dan minum saja sampai hari ini sebesar Rp 1,5 milyar. Kemudian masker sebesar Rp 1,5 milyar, uang saku Ops Rp 2,5 milyar dan pendukung posko sebesar Rp 820 juta," terang Dede.

Salah satu contoh, untuk pengadaan 500 ribu masker saja, BPBD telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 milyar. Sehingga, hal itu menjadi sorotan penting dan menuntut BPBD memberikan laporan lengkap tentang pengelolaan anggaran yang cukup besar.

Meskipun demikian terang Dede, pihaknya tetap objektif dan mengapresiasi kerja keras BPBD yang selama ini sangat luar biasa, bekerja dalam 1 minggu full 24 jam.

 

 Koropak.co.id - DPRD Kota Tasikmalaya Pertanyakan Milyaran Rupiah Untuk Masker

 

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar menuturkan, BPBD sudah menjelaskan seluruh pekerjaan selama kondisi siaga tanggap darurat, kepada Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya.

Terkait soal anggaran kata dia, pihaknya mengaku tidak pernah mengajukan anggaran khusus untuk BPBD. Kecuali anggaran tersebut diusulkan berdasarkan kebutuhan sesuai aktifitas dan kinerja yang sudah dilakukan.

"Jadi selama ini kami bekerja secara real time dan real post saja. Terkait anggaran yang diserap sebesar Rp 6,3 milyar itu digunakan untuk operasional dan non operasional,” kata Ucu.

Adapun mengenai masalah bantuan barang ataupun logistik, BPBD ditunjuk sebagai gudang logistik dan bertugas mencatat apa saja yang di terima. Mulai dari baju hazmat atau Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer, cairan desinfektan dan sembako. Untuk pendistribusiannya berdasarkan izin dari pimpinan.

"Untuk jumlah, datanya sudah dipublikasikan melalui situs Mikotas, dan dalam pendistribusiannya kami sudah rinci by name by adress," ujarnya.

Ditambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menyimpan beberapa komoditas dan menunggu arahan dari pimpinan. Sementara untuk pendistribusiannya selama ini, sebagian sembako diserahkan ke Dinas Sosial dan alat kesehatan diserahkan ke Dinas Kesehatan.

"Termasuk masker kain juga sudah didistribusikan ke beberapa tempat yang membutuhkan seperti kecamatan dan kelurahan serta berbagai komunitas yang ada. Adapun untuk APD yang diberikan ke Dinas Kesehatan, merupakan APD ring tiga. Hal tersebut dikarenakan para petugasnya secara langsung berhubungan dan bersentuhan dengan pasien yang diisolasi," ujarnya.

Sedangkan APD Ring satu dan dua, sebagiannya masih disimpan di BPBD. Akan tetapi, sudah diminta juga oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain seperti Disdukcapil, KB dan Disnaker.*

 

Baca : Kota Tasikmalaya Kembali Laksanakan PSBB Tahap Ke-3, PSBB New Normal