New Normal, Ribuan Masjid Di Kabupaten Tasikmalaya Bakal Dibuka Penuh

Senin, 01 Juni 2020 21:05 D. Farhan Kamil Daerah

New Normal, Ribuan Masjid Di Kabupaten Tasikmalaya Bakal Dibuka Penuh

 

Koropak.co.id - Memasuki fase kenormalan baru (New Normal) atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah masjid yang selama ini tidak dibuka penuh untuk umat, selain hanya untuk warga lingkungan masjid, Selasa (2/6/2020) seluruhnya akan dibuka penuh sebagaimana kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Sebagaimana ditegaskan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya KH. Dede Saeful Anwar, pembukaan masjid untuk kegiatan keagamaan secara penuh akan dilakukan pada hari Selasa besok.

Menurutnya, sebanyak 5.847 masjid akan dibuka secara penuh termasuk di dalamnya adalah 1 masjid agung Kabupaten Tasikmalaya (Baiturrohman), 39 masjid besar kecamatan, 3.941 DKM, 1.721 masjid di desa dan 172 mushola di tempat publik dan 2 masjid bersejarah.

"Seiring dengan penerapan AKB, kami akan buka masjid secara penuh besok. Ribuan masjid akan kembali untuk kegiatan keagamaan secara penuh," kata Dede, Senin (1/6/2020).

Meskipun sebelumnya, Pemkab Tasikmalaya ini tidak ada larangan atau bahkan penutupan masjid, namun dalam pelaksanaan rutinitas ibadah yang melibatkan orang dalam jumlah banyak, termasuk salat Jumat, pemerintah mengimbau kepada Pengurus masjid, untuk membatasi kegiatan-kegiatan tersebut.

 

Koropak.co.id - New Normal, Ribuan Masjid Di Kabupaten Tasikmalaya Bakal Dibuka Penuh (2)

 

Baca : DMI Kabupaten Tasikmalaya Distribusikan Bantuan Alat Bebersihan


Namun kini, seiring dengan penerapan fase kenormalan baru, seluruh masjid akan dibuka penuh untuk pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Meskipun masjid sudah dibuka secara penuh, kami mengharapkan para jemaah juga mengikuti dan melaksanakan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah termasuk imbauan Bupati Tasikmalaya," tegasnya.

Batasan-batasan itu antara lain, tetap menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, membawa alas sujud masing-masing, menggunakan masker, tidak melakukan kontak fisik atau bersalaman dan shalat jumat digelar sesingkat mungkin.*

 

Baca : Menyambut Para Santri, Bupati Tasikmalaya Terapkan Trilogi "Kareugreugan" 


Berita Terkait