Akibat Gelombang Pasang Para Nelayan Kehilangan Pencaharian

Senin, 01 Juni 2020 23:31 D. Farhan Kamil Daerah

Akibat Gelombang Pasang Para Nelayan Kehilangan Pencaharian

 

Koropak.co.id - Sejak sepekan lalu, para nelayan Kabupaten Tasikmalaya terpaksa harus berhenti beraktivitas menjaring ikan. Hal itu akibat gelombang pasang seiring dengan tingginya curah hujan yang akhir-akhir ini menerjang di wilayah pesisir pantai selatan.

Seperti dialami kelompok nelayan di pesisir pantai Pamayangsari Cipatujah. Gelombang tinggi disertai angin kencang dan curah hujan yang tinggi, telah berdampak terhadap kehidupan para nelayan.

Mereka harus kehilangan mata pencaharian karena sulitnya perahu yang ada, melewati ombak besar. Namun untuk menyambung hidup, para nelayan ini memilih kegiatan usaha lain, yakni berkebun atau bertani. Tetapi bagi nelayan yang tidak memiliki lahan garapan, terpaksa menjual harta yang ada seperti perhiasan emas untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Nelayan Pamayangsari Cipatujah yang juga Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama Perikanan Tangkap (FKKUB-PT) Sana Sopiana menyebutkan, sejak dua hari lalu, ombak mulai surut. Namun para nelayan belum berani berlayar karena khawatir ada gelombang pasang susulan.

"Meskipun di awal Juni ini gelombang mulai surut, namun para nelayan tetap enggan melaut, karena khawatir ada gelombang susulan. Pasalnya ada prediksi dari BMKG bahwa akan ada ombak pasang susulan dalam minggu ini. Kita menunggu cuaca benar-benar aman dan terkendali," terang Sana, Senin (1/6/2020).

 

Koropak.co.id - Akibat Gelombang Pasang Para Nelayan Kehilangan Pencaharian

 

Baca : Nelayan Batu Karas Pangandaran Hilang Setelah Perahunya Diterjang Ombak


Menurutnya, dalam sehari para nelayan ini bisa mengantongi hingga Rp 500 ribu hasil menjual ikan. Namun kini mereka sama sekali kehilangan penghasilan dari laut. Sehingga sebagian terpaksa banting setir dengan menggarap kebun atau lahan pertanian.

"FKKUB-PT sudah berkirim surat usulan ke pemerintah daerah, agar ada perhatian dan bantuan kepada para nelayan yang terdampak dengan jumlah nelayan 950 orang (650 nelayan di Cipatujah dan 300 nelayan di Cikalong). Saat ini rata-rata mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sembako," katanya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin membenarkan bahwa sesuai prediksi BMKG, memang dikhawatirkan akan terjadi gelombang pasang air laut susulan minggu ini.

"Makanya masyarakat dan nelayan di sekitar pantai Cipatujah atau Cikalong diminta untuk menahan diri dan tidak melaut, hingga ada informasi terbaru dari BMKG, karena cuaca tidak bisa diprediksi," kata Nuraedidin.*

 

Baca : Pemerintah Diharapkan Bisa Lebih Berasa Dalam Mendukung Pemuda Berkarya