Untuk Jemput Pasien Positif Covid-19, Dinkes Memiliki SOP

Rabu, 03 Juni 2020 18:54 Eris Kuswara Parlemen

Untuk Jemput Pasien Positif Covid-19, Dinkes Memiliki SOP

 

Koropak.co.id - Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengakui memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penjemputan pasien. Pihaknya tidak akan melakukan tindakan secara langsung, sebelum tahapan-tahapannya dilalui.

Terkait kejadian penjemputan pasien beberapa waktu lalu, dan telah menimbulkan hal tidak diharapkan di tataran masyarakat, hal tersebut dimungkinkan akibat masyarakat keberatan dengan pola penjemputan pasien.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat kepada Koropak selepas mengikuti kegiatan audiensi bersama Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dan Satgas Covid-19 Pataruman yang dilaksanakan di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (2/6/2020).

"Berbagai tahapan itu sudah kami sampaikan kepada Komisi IV DPRD, begitu juga dengan bukti dan fakta-fakta pemeriksaan medis dari pasien secara umum meskipun tidak bisa disampaikan terlalu detail. Karena, kami juga harus menghormati hak-hak yang berkenaan dengan kesehatannya," kata Uus.

Ditambahkan, secara umum prosedur penjemputan pasien terdapat tahapan-tahapan, baik secara sukarela maupun secara persuasif. Namun, dikarenakan ini menyangkut masalah penyakit prinsip, sementara Dinas Kesehatan pun memiliki batas waktu, maka kesimpulannya adalah penanganan secepatnya. Karena jika dibiarkan akan lebih berisiko, tidak hanya untuk pasien itu sendiri, tetapi juga masyarakat sekitar.

"Kami sampaikan juga terkait masalah isolasi, jangan sampai ada stigma kurang bagus dari masyarakat. Karena, isolasi ini dilakukan untuk pengobatan, kepentingan pasien dan juga kepentingan di lingkungan sekitarnya. Kami tidak bermaksud untuk menjauhkannya dari keluarga dan lingkungannya, tetapi ini dilakukan agar pasien tidak menularkan kepada yang lainnya," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Untuk Jemput Pasien Positif Covid-19, Dinkes Memiliki SOP (2)

 

 

Baca : Tes Swab Massal Digelar di Kota Tasikmalaya Satu Kampung Dikarantina


Kemudian untuk pasien itu sendiri, ketika berada di ruang isolasi, mereka juga diberi terapi sesuai dengan kondisi dan kesehatannya. Hal itulah yang terpenting dan harus dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, jangan sampai ada persepsi bahwa ruang isolasi itu seperti ruang tahanan, karena pasien yang masuk ke ruang isolasi itu diberikan pengobatan dengan baik.

"Kami memberikan pengobatan kepada pasien di ruang isolasi itu tidak hanya fisiknya saja, tetapi sisi psikisnya juga. Alhamdulillah secara umum di Kota Tasikmalaya dari sekian puluh pasien yang dirawat, semuanya dengan sukarela memeriksakan dirinya. Jika memang harus dirawat, mereka langsung datang sendiri," ujarnya.

Selain itu juga terang Uus, dari hasil tracing yang dilakukan, Dinas Kesehatan langsung memberikan informasi kepada masyarakat dan jika ditemukan pasien yang positif pun diimbau untuk bersiap-siap langsung berangkat ke rumah sakit.

"Untuk kejadian kemarin, akan dijadikan satu koreksian agar kinerja Dinas Kesehatan lebih baik lagi, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.*

 

Lihat : DPRD Kota Tasikmalaya Dorong Dinas Kesehatan Untuk Pengadaan Alat PCR

 


Berita Terkait