Perekonomian Masyarakat Di Daerah Pariwisata Terus Merosot

Kamis, 04 Juni 2020 15:56 D. Farhan Kamil Daerah

Perekonomian Masyarakat Di Daerah Pariwisata Terus Merosot

 

Koropak.co.id - Meski sudah diterapkan tata kehidupan baru atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), namun hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum bisa memastikan kapan objek wisata akan dibuka. Padahal sejak diberlakukan kebijakan PSBB tahap pertama, kehidupan perekonomian masyarakat yang selama ini tergantung dari sektor pariwisata, terus merosot.

Pemerintah baru merencanakan pembukaan objek-objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya pada pertengahan bulan Juni ini. Sedangkan objek wisata seperti di Pantai Pangandaran dan Sumedang yang berada di wilayah Jawa Barat akan dibuka pada pekan pertama dan kedua Juni 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya Ir Safari Agustin MP mengatakan, belum ada keputusan resmi terkait kapan objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya dibuka.

"Kita juga masih berkomunikasi dengan pihak provinsi. Kita tidak mau asal buka objek-objek wisata di kabupaten seperti di Galunggung, Cipatujah, Karangtawulan, wisata religi Pamijahan dan lainnya, sebelum ada aturan yang jelas terkait kebijakan protokol kesehatan di dunia kepariwisataan," ujar Safari, kepada wartawan. Senin (1 /6).

Menurut Safari, memang objek wisata seperti di Pantai Pangandaran sudah ada informasi bahwa tanggal 5 Juni dan Kabupaten Sumedang pada tanggal 9 Juni sudah akan dibuka.

"Ya kalau di Kabupaten Tasikmalaya kita belum bisa memastikan tanggal berapa. Karena belum ada rekomendasi dari provinsi yang nanti jadi acuan pemerintah daerah membuka wisata ditengah dampak Covid-19," kata dia.

 

Baca : Pemerintah Diharapkan Bisa Lebih Berasa Dalam Mendukung Pemuda Berkarya

 

Namun terang dia, pihaknya berharap dalam waktu dekat, maksimal pada pertengahan bulan ini, seluruh objek wisata sudah dapat dibuka kembali, dengan harapan perekonomian masyarkat dapat kembali bangkit.

"Yang paling terdampak dalam situasi pandemi Covid-19 ini adalah pelaku usaha kecil, para pedagang, restoran termasuk juga hotel, travel, penginapan dan masyarakat sekitar objek wisata yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata," ujarnya.

Hal senada diutarakan Ketua Forum Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Tasikmalaya Asep Zamzam, masyarkat telah menunggu objek-objek wisata dibuka kembali, sehingga ada penghasilan sehari-hari yang bisa diandalkan masyarakat sekitar objek wisata.

"Kami berharap pemerintah daerah segera membuat regulasi agar objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya segera dibuka dengan menerapkan konsep new normal di tengah wabah Covid-19," tutur Zamzam.*


Baca : Calon Jemaah Haji Batal Berangkat Bisa Tarik Uang Pelunasan