Jual Jasa Nge-Hack Akun Sosmed di Situs Online, Seorang Pemuda Dicokok Polisi

Kamis, 04 Juni 2020 23:13 D. Farhan Kamil Daerah

Jual Jasa Nge-Hack Akun Sosmed di Situs Online, Seorang Pemuda Dicokok Polisi


Koropak.co.id - Tawarkan jasa lacak nomor HP dan nge-hack akun sosial media milik orang lain di situs online, seorang pemuda, KAP (25) warga Desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya, Kamis (4/6/2020).

Melalui situs lacaklokasiakurat.com, pelaku menjelaskan secara detil jasa layanan yang tersedia, mulai melacak nomor HP, sadap percakapan WhatsApp, nge-hack akun sosmed orang dan layanan jasa lainnya, dengan harga bervariatif mulai Rp 350 ribu hingga Rp 1,2 juta.

Pelaku pun bahkan mencantumkan nomor HP pribadi untuk memudahkan calon korban berkomunikasi dan bertransaksi langsung dengan pelaku via aplikasi WhatsApp. Alih-alih penawaran jasa tersebut hanya kedok praktek penipuan untuk meraup keuntungan demi kesenangan pribadi.

Pasalnya, dari sekian banyak korban yang pernah menggunakan jasa layanan pelaku, tak satupun yang berhasil. Padahal korban telah mentransfer sejumlah uang melalui rekening bank atas nama KAP.

 

Koropak.co.id - Jual Jasa Nge-Hack Akun Sosmed di Situs Online, Seorang Pemuda Dicokok Polisi (2)

 

Baca : Polisi Bekuk Pemuda Penggadai Mobil Rental di Tasikmalaya


Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK mengatakan, berawal dari laporan salah seorang korban, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus penipuan lewat situs online dan menangkap pelaku beserta sejumlah barang bukti.

"Kita mendapat laporan dari salah seorang korban yang mengaku tertipu oleh aksi pelaku. Awalnya korban ini meminta bantuan pelaku untuk melacak nomor HP. Namun meskipun si korban ini telah membayar sesuai tarif yang disebutkan pelaku, pelacakan nomor HP tersebut tidak berhasil," kata Siswo.

Dari pengakuan pelaku, dalam setiap aksi kejahatannya dibantu seorang teman yang saat ini dalam pengejaran petugas.

"Korban penipuan pelaku ini cukup banyak, bahkan ada dari luar Jawa Barat dengan kerugian hingga Rp 1 juta. Kita masih terus mendalami kasus ini karena pelaku mengaku sudah beroperasi sejak tahun 2019 lalu," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU ITE dan Pasal 378 atau 379 KHUPidana dengan ancaman 10 tahun penjara.*

 

Baca : Berniat Mendatangi Paranormal Galunggung Malah Dibekuk Polisi