Abaikan Undangan, Gabungan Ormas Gembok Ruang Kerja Ketua Dewan

Senin, 08 Juni 2020 21:43 D. Farhan Kamil Parlemen

Abaikan Undangan, Gabungan Ormas Gembok Ruang Kerja Ketua Dewan

 

Koropak.co.id - Dianggap tidak kooperatif dan mengindahkan aspirasi sekelompok masyarakat, gabungan Ormas (Organisasi Masyarakat) diantaranya KMRT, Walpis, Jami, Jawara, SPRI dan HPKLS merantai dan menggembok ruang kerja ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Senin (8/6/2020).

Meskipun dalam pengawalan sejumlah petugas dari Polres Tasikmalaya, aksi masa tak dapat dibendung. Mereka yang sudah terlanjur kecewa akibat menunggu kehadiran Ketua DPRD di ruang rapat paripurna, merangsek masuk ke ruang Ketua DPRD namun dalam kondisi kosong. Masa kemudian menggembok pintu masuk.

Aksi penggembokan yang dilakukan gabungan ormas tersebut, sebagai bentuk protes terhadap Ketua DPRD yang tidak mengindahkan undangan untuk beraudiensi. Padahal mereka menilai, isu yang mereka bawa soal kepentingan orang banyak, yakni soal transparansi anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.

Awalanya mereka datang ke gedung DPRD sekitar pukul 09.00. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD, H. Erry Purwanto. Namun masa tetap menginginkan Ketua DPRD, Asep Sopari Al Ayubi yang hadir.

Hingga menjelang Dzuhur, Ketua DPRD yang sudah diundang tak kunjung datang ke ruangan paripurna. Sehingga melahirkan kekecewaan.

Begitu juga Sekretris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga sama hendak mereka temui tidak kunjung hadir.

 

Koropak.co.id - Abaikan Undangan, Gabungan Ormas Gembok Ruang Kerja Ketua Dewan (2)

 

 

Lihat : Dewan Pertanyakan Miliaran Rupiah Untuk Masker

 

Ketua Jawara Kabupaten Tasikmalaya, Ramdan Hanafi menyebutkan, penyegelan dilakukan karena kecewa dengan perlakuan Ketua DPRD yang sudah empat kali diundang untuk audiensi, namun tidak satupun udangan diindahkan.

"Jangankan hadir di tengah-tengah kami, beberapa kali undangan yang sudah dikirim pun belum pernah ada yang dibalas. Termasuk hari ini, lagi-lagi Ketua DPRD berhalangan untuk menerima kedatangan kami," ujarnya.

Disebutkan, setiap meminta bertemu untuk audensi, tidak penah ada jawaban dari pihak Ketua DPRD. "Terpaksa kami gembok pintu masuk ke ruangannya dan jika ingin dibuka kembali, maka harus ada konfirmasi ke saya. Kalau Ketua Dewan tidak suka, laporkan saya. Bawa saya ke ranah hukum,” tegas Ramdan.

Ia berharap, Ketua DPRD segera merespons aspirasi ormas-ormas tersebut dengan cara hadir dalam acara audiensi dan menghadirkan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala BPBD.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, mengatakan, ketidakhadiran Ketua DPRD dalam acara audiensi akibat miskomunikasi antara agenda-agenda yang dibahas di internal DPRD dengan agenda ormas yang datang. Sehingga kebetulan ketua berhalangan hadir karena memang sedang monitoring ke daerah.*

 

Lihat : Wacana Pembentukan Pansus Covid-19 Bergulir di DPRD Kota Tasikmalaya