Nana Suryana: Menyoal Kurikulum Darurat, Kurikulum di Tengah Pandemi Covid-19

Jum'at, 12 Juni 2020 20:06 Admin Opini

Nana Suryana: Menyoal Kurikulum Darurat, Kurikulum di Tengah Pandemi Covid-19


PADA faktanya, virus corona atau covid-19 telah banyak memporakporandakan kehidupan manusia. Satu diantaranya dunia pendidikan. Lebih dari tiga bulan proses pendidikan di negeri ini telah mengalami banyak penyesuaian terutama kegiatan proses belajar mengajar. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa dipaksa harus melaksanakan pembelajaran tidak tatap muka di dalam kelas melainkan melalui proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem online (daring).

Mencermati dan mengamati informasi dari pemerintah melalui juru bicara penanggulangan covid-19, masa pademi virus corona ini diprediksi akan berlangsung lama karena belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus tersebut. Oleh karena itu semua aspek kehidupan harus segera melakukan adaptasi baru (new normal).

Saat ini dunia pendidikan misalnya tengah merancang Adaptasi Kegiatan Baru (new normal) melalui “rancangan” kurikulum darurat. Mengutip pernyataan Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Hamid Muhammad) (Radar Tasikmalaya, 08/06), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mempertimbangkan untuk membentuk kurikulum khusus masa pandemi virus corona (covid-19). Dalam prakteknya kurikulum akan disederhanakan.

Penyederhanaan dilakukan pada aspek kompetensi dasar yang selama ini cukup banyak dan berat. Oleh karenanya akan berdampak pada jam belajar mengajar yang dilakukan 2-3 jam.

Wacana penerapan kurikukum darurat ini patut diapresiasi dan dikaji secara seksama. Apakah penerapannya sangat urgen dilakukan? Bagaimana dampak penerapan kurikulum tersebut terhadap kualitas pendidikan?, dan lain sebagainya.

Sejatinya kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum tidak hanya berbicara mengenai sekumpulan dari mata pelajaran saja, akan tetapi dalam ruang lingkup yang luas, kurikulum menjelaskan mengenai aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dan guru baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Dalam proses pengembangan dan penerapan sebuah kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal yaitu aspek filosofis, psikologis, sosial-budaya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dari sekian pertimbangan rencana penerapan kurikulum darurat yang harus menjadi perhatian serius adalah faktor psikologis peserta didik. Pertimbangan terhadap perkembangan peserta didik menjadi sangat penting dalam penerapan kurikulum darurat. Penerapan kurikulum darurat harus sesuai karakter peserta didik, baik dalam penyesuaian penetapan tujuan, materi dan bahan yang harus disampaikan, penggunaan model atau media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, serta evaluasi apa yang harus digunakan.

Mengutip Sukirman & Asra (2017) pertimbangan psikologis dapat berimplikasi diantaranya, a) setiap peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat dan kebutuhanya, b) program inti yaitu program pembelajaran yang bersifat umum yang wajib dipelajari oleh seluruh peserta didik, perlu juga disediakan pelajaran pilihan atau tambahan sesuai dengan minat anak, c) lembaga pendidikan hendaknya memberi bahan ajar yang baik kepada peserta didik yang bersifat kejuruan maupun akademik.

Bagi peserta didik yang memiliki bakat di bidang akademik diberi kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya, dan d) kurikulum memuat tujuan-tujuan yang mengandung aspek pengetahuan, nilai/sikap dan keterampilan yang menggambarkan pribadi yang utuh lahir dan batin.

Menilik alasan-alasan di atas, pertanyaan kemudian adalah, akankah kurikulum darurat ini mampu menjawab implikasi-impilaksi tersebut?

Semoga dan kita tunggu saja.

 

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca Koropak, isi dari opini di luar tanggung jawab redaksi. Cara kirim tulisan, klik disini !


Berita Terkait