Kampung Baeud Contoh Baik Dalam Pencegahan Covid-19 Melalui Karantina Mikro

Jum'at, 12 Juni 2020 21:19 Dede Hadiyana Desa

Kampung Baeud Contoh Baik Dalam Pencegahan Covid-19 Melalui Karantina Mikro

 

Koropak.co.id - Menyikapi adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau secara langsung pelaksanaan tes swab masif, di Kantor Kepala Desa Samida Jalan Baeud Desa Samida Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2020).

Test swab yang digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat bersama Gugus Tugas Kabupaten Garut itu, menargetkan sebanyak 1.695 orang warga dari 10 RT dan 2 RW yang mengikuti tes masif tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak erat atau kontak tracking. "Ini tahapan setalah PSBB, kita fokuskan ke desa atau kelurahan, dusun, dan kampung untuk memastikan kewaspadaan masyarakat dan gugus tugas tidak kendor," ujarnya.

Sampel dari tes di Kampung Baeud ini, lanjut Emil, akan di uji di Labolatorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat dan hasilnya ditargetkan selesai dalam satu hari, pasalnya kapasitas labolatorium tersebut saat ini sudah dua ribu sampel per hari.

Menurutnya, di Desa Baeud ini, sejak ditemukan kasus pertama sudah melakukan karantina mikro dan sukses memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karantina mikro ini menjadi contoh yang baik dengan Kepala Desa yang proaktif ditunjang ketaatan warganya yang patuh.

 

Koropak.co.id - Kampung Baeud Contoh Baik Dalam Pencegahan Covid-19 Melalui Karantina Mikro (2)

 

Baca : Meski New Normal Tugas Lawan Covid-19 di Kota Tasikmalaya Belum Berakhir

 

Meskipun masa karantina selesai pekan ini kata Emil, diharapkan warga tidak euforia, karena virus belum hilang dan vaksinnya belum ditemukan. "Diharapkan warga tetap mentaati protokol kesehatan dan cara melawannya dengan tiga cara yakni menggunakan masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan," katanya.

Selain di Kampung Baeud, tes masif ini dilanjutkan di Pasar dan Terminal Limbangan dengan target sasaran mulai dari pedagang, tukang ojek, sopir, hingga tukang parkir. Di samping itu, sebanyak 355 tenaga kesehatan di 6 kecamatan juga dijadwalkan akan mengikuti tes masif.

"Kasus harian Covid-19 Jawa Barat masih termasuk kategori terkendali dengan rata-rata 20 orang per hari, jika dibandingkan dengan provinsi lain. Tes masif ini juga merupakan upaya Jawa Barat mencegah penularan di masa New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang menunjukkan kekuatan surveillance dan contact tracking kami sangat tinggi, sehingga membuat angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat terkendali," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil.*

 

Baca : Pemkab Tasikmalaya Belum Berpihak Terhadap Kondisi Pasar Tradisional